comscore

Indonesia-Jepang Kukuhkan Kerja Sama Transisi Energi

M Ilham Ramadhan - 10 Januari 2022 14:47 WIB
Indonesia-Jepang Kukuhkan Kerja Sama Transisi Energi
Ilustrasi bendera Indonesia-Jepang - - Foto: dok AFP
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukan penandatanganan kerja sama (Memorandum of Cooperation/MoC) tentang 'Realization of Energy Transitions' bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Koichi.

Penandatanganan tersebut guna memfasilitasi kerja sama energi antara kedua pihak guna merealisasikan transisi energi"Terima kasih atas inisiatif terlaksananya kerja sama dan penandatanganan MoC ini. Ini tentu saja upaya yang luar biasa dari pihak Jepang," kata Arifin usai penandatanganan MoC di Gedung Heritage Kementerian ESDM yang dikutip dari siaran pers, Senin, 10 Januari 2022.

Pelaksanaan transisi energi di Indonesia, sambung Arifin, perlu mendapat dukungan dari mitra internasional demi target pencapaian Net Zero Emission (NZE) di 2060.
"Kami mengundang partisipasi investor supaya bisa mendukung program Indonesia. Beberapa perangkat kebijakan yang kami lakukan adalah memberikan kemudahan berbisnis dan menyiapkan Rancangan Peraturan Menteri ESDM terkait tarif EBT," jelasnya.

 
Arifin mengakui sektor energi dipastikan akan menghadapi tantangan besar di masa mendatang. Masih ada kecenderungan akan tingginya ketergantungan energi fosil. Adanya kerja sama ini diharapkan mampu menjadi proses alih teknologi demi mewujudkan percepatan transisi energi.

"Indonesia dan Jepang bisa mengembangkan bersama-sama teknologi Carbon, Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Indonesia," terang Arifin.


Sementara itu, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Koichi, menyambut baik kerja sama guna membantu mempercepat pencapaian proses transisi energi di Indonesia. "Jepang ingin membantu merealisasikan target tersebut melalui kerangka Asia Energy Transition Initiative," kata Haguida.

Berikut rincian kerja sama Indonesia-Jepang:

  1. Penyusunan roadmap transisi energi menuju emisi net-zero berdasarkan target nasional masing-masing.
  2. Pengembangan dan penyebaran teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis antara lain hidrogen; bahan bakar amonia; carbon recycling, dan CCS/CCUS.
  3. Mendukung upaya dalam forum multilateral untuk mempercepat kerja sama teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis.
  4. Dukungan untuk pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, dan berbagi pengetahuan tentang transisi energi dan teknologi yang digunakan.
Pada tataran teknis, saat ini tengah berlangsung studi bersama antara Mitsubishi Indonesia Representative dengan Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi 'Lemigas' mengenai co-combustion fuel ammonia pada PLTU.

Studi yang dijadwalkan selesai pada Januari 2022 ini bertujuan untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomis penggunaan ammonia untuk mensubstitusi sebagian batu bara sehingga umur operasional PLTU dapat dipertahankan.

"Dengan senang hati saya sampaikan bahwa Jepang telah menjadi mitra penting bagi perjalanan Indonesia menuju transisi energi. Dengan dukungan nyata, kami percaya untuk mencapai NZE 2060, dengan tetap menjaga keamanan, akses, dan keterjangkauan energi," tutup Haguida.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id