Bisnis Susu Sapi di Pangalengan Tak Terpapar Pandemi

    Ilham wibowo - 14 Juli 2020 20:50 WIB
    Bisnis Susu Sapi di Pangalengan Tak Terpapar Pandemi
    Bisnis susu segar.Foto: Dok. KPBS Pangalengan
    Jakarta: Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan mengaku bisa bertahan di masa pandemi covid-19. Permintaan susu segar dan produk turunan penjualannya tetap stabil.

    Ketua Umum KPBS Pangalengan Aun Gunawan mengatakan bahwa usaha koperasi yang dipimpinnya justru meningkat di saat sektor lain mengalami penurunan bisnis. Produksi susu dan produk olahannya terkerek karena masyarakat menyadari pentingnya makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    "Ada tren peningkatan permintaan terhadap susu dan produk olahannya sejak pandemi ini,” ujar Aun melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020.

    Koperasi yang pada tahun lalu genap berusia setengah abad ini diketahui merupakan salah satu koperasi produsen susu terbesar di Jawa Barat. Beranggotakan 4.229 orang, koperasi produksi ini mampu memerah susu segar 75 ribu kg per hari.


    KPBS juga terus melakukan sejumlah inovasi, seperti pola penyetoran susu sapi dari peternak dengan menerapkan pencatatan digital. Seluruh data terpusat dan mudah untuk dikelola.

    Selain mengolah susu pasteurisasi, KPBS juga memproduksi produk turunan susu seperti yogurt, keju, dan butter. Penjualan produk tersebut menjadikan KPBS sebagai koperasi aset sebesar Rp146,61 miliar dan volume usaha mencapai Rp281,28 miliar.

    "KPBS terus meningkatkan kualitas layanan kepada anggota seperti pembangunan Rumah Sakit Umum KPBS dengan prioritas pelayanan untuk anggota yang kini sudah mencapai tahap persiapan operasional," paparnya.

    Selain itu, penyediaan makanan hijau ternak melalui kerja sama pengelolaan lahan milik PTPN VIII dan pengadaan mesin pengolahan pakan ternak. Berkat digitalisasi, para anggota KPBS mengaku mampu mengakses permodalan untuk penyediaan mesin perah dan penyediaan bibit sapi perah unggul

    KPBS mengaku bisa tumbuh dengan maksimal dengan implemetasi penetapan harga dasar susu dari Industri Pengolahan Susu (IPS) ke koperasi dan permodalan dana bergulir. Aun menilai subsidi harga bahan baku pakan ternak, pengadaan bibit sapi impor, hingga pengetatan perizinan untuk pembangunan mega farm milik swasta perlu menjadi perhatian.

    "Agar usaha koperasi produsen seperti yang digeluti KPBS terus bertumbuh, keberpihakan dari pemerintah sangat diharapkan," pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id