Menjaga Sektor Pertanian agar Kinerja Ekspor Membaik

    Ade Hapsari Lestarini - 07 Agustus 2020 15:45 WIB
    Menjaga Sektor Pertanian agar Kinerja Ekspor Membaik
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Kinerja sektor pertanian dan perkebunan di tengah perlambatan ekonomi masih cukup positif. Ekspor beberapa komoditas yang masih berjalan menjadi acuan sektor ini, seperti kopi, kapulaga, karet, hingga produk turunan kelapa sawit.

    Selain itu ada juga kopi Arabika Gayo yang belum lama ini diekspor sebanyak 57,6 ton ke Amerika. Kopi milik Koperasi Baitul Qiradh Baburrayan (KBQ Baburrayan) itu diekspor senilai Rp4,2 miliar. Tak cuma kopi, kelapa asal Sulawesi Utara (Sulut) yang telah diolah dalam bentuk parut, juga diminati di Brasil.

    Memasuki new normal, 104 ton kelapa parut itu sukses diekspor ke Negeri Samba. Biasanya kelapa parut Sulut di ekspor ke negara-negara di benua Asia dan Eropa. Kelapa parut yang dilepas ke Brasil ini telah melalui serangkaian tindakan karantina dan dinyatakan sehat, aman, serta memenuhi persyaratan negara tujuan. Keberhasilan ekspor ini, diharapkan dapat membawa dampak baik bagi kesejahteraan para petani kelapa di tengah pandemi covid-19.

    Dengan terbukanya kembali ekspor di masa kenormalan baru, maka bisa mendongkrak program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang dicanangkan pemerintah. Ekonom yang juga dosen Institute Perbanas Piter Abdullah menilai kinerja ekspor perkebunan memang masih positif. Namun, hal itu juga perlu dibarengi dengan perbaikan sector lain agar bisa mendorong ekonomi. Pasalnya, jika hanya bergantung ke sektor perkebunan komoditas tak bisa menahan perlambatan ekonomi.

    "Ekspor komoditas juga tidak bisa didorong di tengah wabah saat ini. Wabah membatasi semuanya, sehingga wabah harus diatasi, sembari meningkatkan ketahanan masyarakat dan dunia usaha," ujar Piter, dalam keterangannya, Jumat, 7 Agustus 2020.

    Menurut dia, dukungan kepada sektor pertanian dan perkebunan tetap perlu ditingkatkan, namun dengan situasi pandemi saat ini harus ada kesinambungan dukungan kepada semua sektor. Dalam jangka pendek, sektor yang prospektif perlu didukung pemerintah.

    "Dukungan kepada sektor-sektor pertanian perkebunan memang perlu ditingkatkan, namun prioritas menurut saya justru pada sektor-sektor yang mengalami tekanan terbesar agar setidaknya bisa bertahan," ujar Piter.

    Dia menuturkan, kendati sektor pertanian masih bagus, seharusnya tetap dilakukan restrukturisasi struktural untuk mengurangi ketergantungan kepada sektor komoditas. Dia menyarankan pemerintah membangun kembali sektor industri.

    Mengutip data Kemendag, Indonesia tak cuma sukses mengekspor minyak sawit mentah (CPO) serta minyak inti sawit (palm kernel oil) di pasar dunia. Produk sampingannya, seperti lidi sawit pun diminati di berbagai negara. Volume ekspor komoditas lidi sawit mencapai 8.500 ton dengan frekuensi pengiriman 119 kali di semester pertama 2020. Catatan tersebut meningkat 34,9 persen jika dibandingkan periode sama pada 2019 lalu yang hanya mengekspor 6.300 ton dengan 81 pengiriman.

    Di masa pandemi covid-19, ekspor lidi sawit juga tetap melaju kencang. Akhir Juni lalu sebanyak 416,5 ton lidi sawit yang dikemas dalam 18 peti kemas telah dikirim ke Pakistan. Di negara tujuan seperti Pakistan, Malaysia, Nepal, dan Thailand, komoditas ini selain digunakan untuk membuat peralatan kebersihan rumah tangga, juga dimanfaatkan untuk penyapu gandum.

    Berdasarkan catatan Karantina Pertanian Belawan, permintaan komoditas kapulaga asal Sumatra Utara (Sumut) di pasar global melesat tajam. Pada semester I-2020, volume pengapalan kapulaga meningkat sebesar 54,2 persen atau mencapai 171 ton dengan nilai Rp12 miliar. Catatan ini jauh melampaui ekspor Januari-Juni 2019, yang hanya mencapai 82 ton. Ekspor kapulaga ini kian menambah panjang daftar ekspor rempah-rampah asal provinsi ini. Untuk diketahui, komoditas lainnya seperti kincung/combrang, jahe, kunyit, cengkih dan buah tempayang juga laris manis di pasar mancanegara.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id