Antisipasi Kekeringan, Kementan Lakukan Gerakan Percepatan Tanam

    Gervin Nathaniel Purba - 13 Mei 2020 12:52 WIB
    Antisipasi Kekeringan, Kementan Lakukan Gerakan Percepatan Tanam
    Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Dok. Kementan)
    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pencanangan Gerakan Percepatan Tanam  yang diresmikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui video converence di Agriculture War Room (AWR) Kementan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020. 

    Acara pencanangan tersebut diikuti oleh Gubernur, Bupati dan Kepala Dinas Pertanian tingkat Kabupaten se-Indonesia. 

    "Indonesia ini begitu luas. Kita membutuhkan upaya lebih keras. Lebih terpadu, bergotong royong, agar ketersediaan makanan bagi rakyat bisa kita sediakan lebih baik. Kalau kita pernah mengalami keberhasilan, maka tahun ini kita wujudkan keberhasilan yang lebih besar bagi negara,” kata Mentan Syahrul, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 13 Mei 2020. 

    Percepatan ini, menurut Mentan, merupakan upaya antisipasi terjadinya kekeringan dengan memanfaatkan potensi hujan yang masih ada sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas. 

    Seperti diketahui sebelumnya, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Presiden Jokowi menyampaikan bahwa ada beberapa wilayah yang akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya. 

    Menurut Mentan Syahrul, dari 34 propinsi, ada delapan propinsi andalan, sembilan propinsi utama, dan 16 propinsi dalam pengembangan. Dengan dukungan infrastruktur irigasi, jalan usahatani, KUR, Asuransi usahatani dan sistem logistik, dan distribusi, dia bersama pemangku kepentingan pertanian lainnya optimistis mampu menyediakan pangan dalam situasi seperti ini. 

    "Total luas areal musim tanam kedua atau musim gadu  2020 sebesar 5,6 juta hektare (ha). Insyaaallah, para Gubernur, Bupati, dan Kadis sudah komitmen walau dalam situasi pandemi kita akan berusaha lebih keras untuk tetap berproduksi," ujarnya. 

    Lebih lanjut, Mentan Syahrul mengingatkan bahwa kerja keras saja belum cukup. Ada syarat-syarat penentu yang harus dilakukan. 

    "Semua itu bisa direalisasikan dengan syarat kita harus mempersiapkan prakondisi dengan menyiapkan benih, pupuk, dan keperluan lain dengan menghitungnya secara presisi, karena jika keliru maka fatal akibatnya,” kata Mentan Syahrul.

    Selain itu, menurutnya yang harus dilakukan adalah memperhatikan momentum. Syahrul yang berpengalaman selama 25 tahun sebagai kepala daerah menegaskan bahwa akan sisa-sia benih dan pupuk yang ada jika momentum tanam sudah lewat.

    "Termasuk pengelolaan air. Kapan melakukan pompanisasi, membuka saluran dan sebagainya," kata dia.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id