Iuran Naik untuk Jaga Keberlangsungan BPJS Kesehatan

    Theofilus Ifan Sucipto - 13 Mei 2020 14:33 WIB
    Iuran Naik untuk Jaga Keberlangsungan BPJS Kesehatan
    Iuran BPJS Kesehatan kembali naik. Foto: Antara/Agus Bebeng
    Jakarta: Presiden Joko Widodo akan kembali menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kebijakan itu diklaim untuk menjaga keberlangsungan BPJS Kesehatan.

    Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. "Tentunya ini untuk menjaga keberlanjutan BPJS,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu 13 Mei 2020.

    Kendati demikian, Airlangga menyebut pemerintah tetap memberikan subsidi. Kenaikan tarif sebagai penopang iuran yang disubsidi pemerintah.

    Lebih jelas, Airlangga memaparkan akan ada dua kelompok peserta BPJS Kesehatan, yakni kelompok subsidi dan kelompok yang membayar atau dipotong untuk iuran.

    "Tapi operasionalisasi BPJS Kesehatan tetap butuh subsidi pemerintah," ujar dia.

    Keputusan Jokowi tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan yang telah diteken Jokowi. Beleid anyar itu mengatur tentang perubahan iuran mengikuti putusan Mahkamah Agung Nomor 7P/HUM/2020.
     
    Mengutip isi Perpres tersebut, Rabu, 13 Mei 2020, iuran BPJS kesehatan untuk Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) untuk kelas I dan kelas II akan mulai mengalami kenaikan pada 1 Juli 2020.

    Iuran kelas I mengalami peningkatan dari Rp80 ribu menjadi Rp150 ribu per bulan. Sementara iuran kelas II naik dari Rp51 ribu menjadi Rp100 ribu per bulan.
     
    Untuk kelas II baru akan mengalami kenaikan mulai 1 Januari 2021. Saat ini, golongan kelas tersebut masih membayar sebesar Rp25.500 per bulan dengan subsidi iuran dari pemerintah Rp16.500 per bulan.

    Sementara itu, kelas III baru akan mengalami kenaikan iuran menjadi Rp35ribu per bulan pada tahun depan. Kenaikan ini terjadi karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengurangi subsidi dari Rp16.500 menjadi Rp7.000 per orang setiap bulannya.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id