Wakil Ketua Komisi XI: Perbankan Belum Maksimal Dukung Petani

    Antara - 11 Agustus 2020 09:52 WIB
    Wakil Ketua Komisi XI: Perbankan Belum Maksimal Dukung Petani
    Ilustrasi. FOTO: MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE
    Kudus: Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subhi menganggap fungsi perbankan belum memberikan dukungan maksimal terhadap petani. Hal itu mengingat hasil pertemuannya dengan sejumlah petani di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih ada yang mengandalkan dana sendiri untuk mengolah hasil pertanian.

    "Memang ada petani yang sudah memanfaatkan perbankan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun masih ada yang belum sehingga fungsi perbankan dalam memberikan dukungan kepada petani perlu ditingkatkan," ujarnya, dikutip dari Antara, Selasa, 11 Agustus 2020.

    Hasil kunjungan ini, lanjut dia, akan menjadi bahan untuk menyuarakan agar peran perbankan ditingkatkan, terlebih masa pandemi covid-19 seperti sekarang petani juga membutuhkan bantuan. Bagi petani yang sudah memanfaatkan permodalan dari perbankan, maka saat ini bisa mendapatkan kelonggaran masa pembayaran, jika perlu bunga pinjamannya ikut dikurangi.

    "Kami akan menggali fakta baru di lapangan terkait fungsi bank sebagai intermediasi UKM, petani, maupun pedagang," ujarnya.

    Nasib petani ketika harga jualnya jatuh seperti yang dialami para petani cabai di Kabupaten Kudus ini, kata Fatan Subhi, perlu mendapatkan perhatian karena sangat menderita dengan harga jualnya yang sangat rendah. Jika awal 2020 harga jual cabai mencapai Rp40 ribu per kilogram, kini anjlok menjadi Rp8.500 per kilogram.

    Kunjungannya dalam masa reses DPR RI ini, kata dia, memang dimanfaatkan untuk melihat semua produk pertanian dari awal produksi hingga akhir, termasuk pembiayaan dan pemasarannya, serta ketersediaan pupuk, hingga bibit.

    Untuk itu, kata dia, Komisi XI DPR RI perlu turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat demi menjaga agar petani tetap mau terus berproduksi.

    "Jika tidak diberikan perhatian secara serius, tentunya mereka bisa beralih ke profesi lain karena dunia pertanian dianggap tidak menarik. Di sisi lain, pemerintah menggembar-gembor adanya sarjana petani yang terjun ke desa, supaya lahan tetap produktif dan persawahan bisa terus ditanami," ujarnya.

    Mulyono, salah satu petani cabai mengakui dirinya belum merasakan adanya bantuan dari pemerintah, sedangkan usaha di bidang pertanian saat ini cukup susah.

    Selain soal permodalan, dirinya juga harus berjuang melawan hama yang cenderung serangannya meningkat setiap musimnya, sedangkan harga jualnya sangat berfluktuasi karena saat ini anjlok hingga kisaran Rp8.500 sampai Rp9.000 per kilogram.

    "Saya berharap mendapatkan bantuan permodalan dengan bunga ringan, serta pemerintah juga perlu ikut andil menentukan harga jual cabai agar stabil, tidak berfluktuasi secara berlebihan seperti sekarang," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id