Besok, Jokowi Saksikan Uji Coba Suntik Perdana Vaksin Covid-19

    Suci Sedya Utami - 10 Agustus 2020 17:18 WIB
    Besok, Jokowi Saksikan Uji Coba Suntik Perdana Vaksin Covid-19
    Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang juga bertugas sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan menyaksikan langsung uji coba atau uji klinis tahap ketiga perdana vaksin covid-19.

    Presiden Jokowi akan didampingi oleh Erick dan Ketua Satgas Penanganan covid-19 Doni Monardo. Erick mengatakan uji coba akan dilakukan di Bandung yang merupakan pabrik dari PT Bio Farma, perusahaan yang mengembangkan vaksin covid-19 bersama dengan Sinovac Biotech Ltd.

    "Saya beranikan diri, besok Presiden akan menghadiri vaksin perdana bersama saya dan Pak Doni di Bandung," kata Erick dalam audiensi dengan Kadin Indonesia, Senin, 10 Agustus 2020.

    Erick mengatakan uji coba ini merupakan percepatan yang seharusnya dilakukan pada September 2020. Artinya uji coba dilakukan tiga pekan lebih awal dari jadwal sebelumnya.

    Uji coba perdana ini dilakukan untuk memastikan agar uji coba tahap ketiga yang akan dilakukan selama enam bulan ke depan secara bertahap kepada 1.620 orang relawan tidak akan menimbulkan efek negatif. Sehingga keberhasilan yang diharapkan dari uji coba ini akan menjadi acuan bagi pemerintah sebelum melakukan distribusi massal pada masyarakat.

    "Karena vaksin perdana yang menentukan untuk 1.620 yang nantinya dicoba selama enam bulan tidak ada apa-apa," jelas Erick.

    Adapun relawan dalam uji coba tahap ketiga ini harus merupakan warga yang  tinggal di Bandung Raya. Selama menjalani uji coba, relawan tersebut pun harus terus berada di wilayah tersebut atau tidak boleh pergi ke wilayah lain hingga prosesnya berakhir.

    PT Bio Farma telah memproduksi 100 juta vaksin. Namun ternyata angka tersebut tidak mencukupi untuk mengkover jumlah penduduk Indonesia.

    Erick mengatakan ada 160 juta-190 juta orang yang membutuhkan vaksin. Satu orang, kata Erick, setidaknya harus melakukan dua kali penyuntikan atau imunisasi vaksin. Sehingga vaksin yang diproduksi harus sekitar 320 juta hingga 380 juta pieces.

    Lebih lanjut, terkait dengan adanya selisih atau gap antara kebutuhan dan jumlah vaksin yang diproduksi Bio Farma, Erick juga mempersilahkan perusahaan farmasi swasta untuk masuk dan mengembangkan vaksin. Namun tentunya swasta tidak bisa langsung menjual pada masyarakat, sebab ditakutkan jika dibebaskan menjual maka akan tercipta ketidakadilan.

    "Saya rasa kalau dibebaskan nanti si kaya dan si miskin ada lagi dong, Nanti yang kaya duluan disuntik karena bayar duluan. Kan enggak bisa seperti itu," pungkas Erick. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id