Pembatik di Kediri Berinovasi di Tengah Pandemi Covid-19

    Antara - 25 Juni 2020 09:45 WIB
    Pembatik di Kediri Berinovasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Batik. Foto : Medcom/Rofahan.
    Kediri: Kasiana (70 tahun), pembatik asal Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, Jawa Timur, berkreasi saat pandemi covid-19. Dia tidak hanya menjual kain batik bermotif khas Kediri, melainkan juga menjual bahan membatik.

    "Pada saat korona, pembeli sepi. Tapi, saya tidak tega kalau harus mengurangi pembatik yang sudah lama ikut saya," kata Ana, sapaan akrab Kasiana di Kediri, Jatim, dikutip dari Antara, Kamis, 25 Juni 2020.

    Warga Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kediri tersebut mengakui saat pandemi ini penjualan tidak seramai hari biasa. Namun, dirinya tidak tega ketika harus mengurangi orang yang membantunya untuk membatik.

    Dirinya berupaya keras agar mereka tetap berkarya, sehingga tidak perlu melakukan pemutusan hubungan kerja. Untuk itu, ia akhirnya menjual bahan membuat batik, sehingga penjualan tetap laris.

    Saat pandemi covid-19, pemerintah memberikan imbauan agar warga tinggal di rumah, sehingga banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat di rumah. Salah satunya membuat kerajinan batik.

    Beberapa barang yang dijualnya misalnya malam, canting, hingga kain mori untuk bahan membuat kerajinan batik. Ternyata, warga banyak yang berminat. Warga juga bisa sambil belajar membatik.

    Ia juga mengatakan pekerja juga masih banyak yang bekerja di rumahnya. Namun, ia juga tetap menerapkan protokol kesehatan saat para pekerja bekerja, seperti physical distancing.

    "Kami juga menerapkan jaga jarak. Biasanya pembatik kan suka mengobrol sambil membatik. Karena korona, para pembatik ada yang mengerjakan di rumah," tambah Ana.

    Dirinya mengatakan saat ini pembatik yang bekerja di workshop hanya tiga orang demi mencegah kerumunan. Kendati di rumah, mereka juga tetap produktif dan mendapatkan penghasilan.

    Untuk motif batik yang diproduksi, Ana mengatakan ada banyak misalnya merek Wecono Asri yang bercerita tentang Kota Kediri.

    Motifnya antara lain motif Panji Galuh, Jembatan Brawijaya, Kediri Bersemi, dan lain-lain. Palet warna yang dipilih pun berwarna kontras seperti ungu, hijau, dan merah.

    Anna juga menambahkan selain membuat kain batik untuk bahan pakaian, dirinya juga membuat scarf dan diminati warga asing, salah satunya staf Kedutaan Prancis. Bahkan, produknya sempat diborong untuk dipamerkan di Prancis.

    Pemkot Kediri juga memberikan perhatian pada UMKM di Kota Kediri termasuk yang dikelola oleh Ana dalam meningkatkan produksinya.

    Salah satunya dengan memesan batik untuk seragam PKK Kota Kediri dengan motif teratai. Motif ini khusus diproduksi untuk Pemkot Kediri.

    Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga memberikan anugerah UMKM dan pelaku usaha unggulan.

    Wali Kota juga tidak segan untuk ikut mempromosikan produk UMKM warga Kota Kediri di jejaring sosial Instagram miliknya.

    Hal ini dilakukan sebagai bagian dukungan kepada warga Kota Kediri agar UMKM tetap bertahan di masa pandemi covid-19.

    Sejumlah pengusaha kecil di Kota Kediri juga ada yang menerima bantuan karena pemasukannya menurun drastis selama pandemi covid-19, namun syaratnya harus belum menerima bantuan sebelumnya.

    Bantuan itu merupakan bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jatim berupa suplemen dan uang tunai sebesar Rp200 ribu per bulan yang diberikan untuk alokasi Mei, Juni, Juli 2020.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id