Erick Serahkan Kebijakan Stimulus Industri pada Kemenkeu

    Suci Sedya Utami - 24 Maret 2020 21:24 WIB
    Erick Serahkan Kebijakan Stimulus Industri pada Kemenkeu
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Foto Terbit/Susanto
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan dirinya tidak bisa memberikan stimulus bagi dunia industri. Sebab. pemberian stimulus merupakan kewenangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    Pernyataan tersebut dilontarkan Erick saat menjawab tuntutan dunia industri yang meminta diberikan diskon tarif listrik lantaran terkena imbas pandemi covid-19.

    Meskipun PT PLN (Persero) merupakan perusahaan BUMN di bawah ranah dirinya, namun jika menyoal pemberian stimulus, Erick mengakui tidak berhak memutuskan. Sebab, PLN juga menjadi kewenangan Kementerian Keuangan sebagai pemilik saham.

    "Saya rasa kalau kita bicara stimulus secara besar ada di Kemenkeu," kata Erick dalam virtual konferensi pers, Selasa, 24 Maret 2020.

    Namun demikian yang bisa Erick pastikan bahwa dirinya telah meminta perbankan pelat merah untuk menurunkan bunga kredit, terutama bagi usaha kecil menengah (UKM) yang mengalami dampak paling signifikan karena adanya korona.

    Oleh karenanya untuk menjamin agar bisnis UKM bisa tetap berjalan maka penurunan suku bunga juga menjadi pertimbangan. Apalagi, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan (BI 7 days repo rate).

    Ia bilang rencana penurunan bunga kredit tersebut juga telah dilaporkan pada Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.


    Erick mengatakan telah membuat skema-skema perusahaaan yang bisa mendapatkan fasilitas tersebut. Erick bilang pemberian relaksasi tersebut harus dilihat bedasarkan rekam jejak usahanya. Ia mengatakan relaksasi utamanya diberikan bagi yang memiliki rekam jejak baik.

    "Kita sudah membuat skema untuk perusshaan yang industrinya terkena hari ini, ada hotel, restoran dan lain-lain. Itu sudah ada, tunggu keputusan. Untuk diskon listrik, Telkom kita tunggu keputusan, yang pasti dengann keadaan seperti ini, kita mengerti kesulitan pengusaha," jelas Erick.


    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id