Menperin Terus Pantau Aktivitas Industri Domestik Hadapi Covid-19

    Ilham wibowo - 02 April 2020 14:50 WIB
    Menperin Terus Pantau Aktivitas Industri Domestik Hadapi Covid-19
    Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto : MI.
    Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas industri berbagai sektor di dalam negeri, terutama terkait dengan dampak pandemi yang disebabkan oleh virus korona baru covid-19. Sejumlah kebijakan strategis telah dikeluarkan untuk percepatan penanganan wabah dan menjaga jalannya dunia usaha di Tanah Air.

    “Pemerintah sangat serius dalam menangani covid-19 ini, termasuk agar industri kita tidak terpuruk. Jadi, penciptaan iklim usaha yang kondusif juga diprioritaskan. Namun, hal itu perlu dukungan semua stakeholder,” kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 2 April 2020.

    Selama beberapa pekan terakhir Agus aktif menggelar rapat jarak jauh dengan sejumlah pelaku industri untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi saat ini. Terbaru, dirinya melakukan konferensi video dengan pelaku industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT).

    Pada kesempatan tersebut Agus menjelaskan bahwa pandemi covid-19 membawa dampak terhadap outlook perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Namun demikian, pengalaman yang dialami oleh Tiongkok isa menjadi pembelajaran. Apalagi, saat ini, geliat sektor manufaktur di Negeri Tirai Bambu mulai kembali bangkit.

    “Tiongkok mampu meng-create kesempatan dalam krisis seperti ini. Sebab, jika ekonomi Tiongkok membaik, akan berpengaruh juga. Maka itu, kita harus bisa menciptakan peluang baru dalam menghadapi kesulitan ini,” paparnya.

    Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengemukakan, beberapa anggota API di Bandung telah mengembangkan pembuatan alat pelindung diri (APD). Berikutnya, Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto menyampaikan sedang mengoptimalkan produksi APD untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat.

    “Untuk bahan baku tidak masalah, karena kami bikin sendiri. Kami juga akan memproduksi yang medical grade, dan kami sudah distribusikan 35 juta masker bulan ini,” ungkap Iwan.

    Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto menuturkan pihaknya siap membantu pemerintah dalam upaya menangani pandemi covid-19. Operasional pabrik bakal dijaga dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

    “Kami menerapkan protokol kesehatan dalam proses produksi di pabrik. Selain itu, overtime dihindari agar stamina bisa terjaga, dan jam kerja dibatasi menjadi delapan jam,” paparnya.

    Semantara itu, Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan pihaknya punya pabrik di Cikarang yang sudah mengembangkan bahan baku obat untuk penanganan covid-19. Kebutuhan obat diupayakan bisa terpenuhi dari produsen di dalam negeri.

    “Kami sudah transfer teknologi, termasuk juga untuk produksi finished product, kurang lebih saat ini cukup untuk enam bulan. Permintaan tertinggi sekarang adalah chloroquine,” papar Verdi.

    Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiyono menyatakan industri petrokimia nasional siap mendukung penanganan wabah. Pihaknya juga bakal berupaya keras memenuhi kebutuhan bahan baku produksi APD dan masker.

    “Industri hulu khususnya petrokimia dapat memasok bahan baku untuk produksi lebih dari 10 juta unit APD,” kata Fajar.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id