Usaha Kecantikan Punya Peluang di Masa Pandemi

    Nia Deviyana - 25 Oktober 2020 14:48 WIB
    Usaha Kecantikan Punya Peluang di Masa Pandemi
    Ilustrasi. Foto: Antara/Yusran
    Bandung: Menurut data Kementerian Perindustrian, total konsumsi masyarakat Indonesia untuk kosmetik mencapai USD6,03 miliar atau sebesar Rp86 triliun.

    Hal Ini merupakan pangsa pasar yang sangat menjanjikan, utamanya di masa pandemi yang mana banyak masyarakat mulai menjalani bisnis untuk menopang kebutuhan. Di sisi lain, kehadiran bisnis baru bakal menyerap angka pengangguran.

    "Ada dua sisi dalam hal ini, adanya peluang bisnis yang terbuka luas dan penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran di masa pandemi ini. OK OCE Beauty hadir dengan pola distribusi yang memungkinkan banyak pihak dapat berpartisipasi dalam penjualan produk dan mendapatkan tambahan pendapatan di tengah pandemi," ujar Founder OK OCE Sandiaga Uno melalui keterangan resminya, Minggu, 25 Oktober 2020.

    Adapun OK OCE Beauty merupakan program kerja sama antara OKE OCE Indonesia denga PT Bluepin Indonesia Perkasa. OK OCE Beauty memperkenalkan produk Brightening Facial Wash yang diproduksi dengan bahan lokal.

    Sementara itu, Pendiri PT Bluepin Indonesia Perkasa Fardi N. Annafi menyampaikan konsumsi kosmetik dan produk perawatan kulit di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain. Fardi juga sempat membahas tingkat pengangguran dari BPS RI yang meningkat hingga 4,99 persen atau sekitar 6,9 juta jiwa per Februari 2020.

    "Dengan adanya program OK OCE Beauty kita memiliki dua potensi besar, yang pertama ada potensi pasar yang masih terbuka luas. Dan sebagai penggerak, kita memiliki potensi penciptaan lapangan pekerjaan untuk mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia," tuturnya.

    Pendiri OK OCE Indra Uno, pada kesempatan yang sama mengatakan, menjadi wirausaha harus memiliki pola pikir dan tujuan mandiri serta merdeka secara finansial.

    "Ada beberapa hal yang harus dimiliki seorang wirausahawan, yang pertama openess (keterbukaan), kemudian readiness (kesiapan), kreativitas, dan integritas. Dalam hal integritas, penting untuk menjaga kepercayaan dan silaturahim dengan orang lain yang terlibat dalam bisnis kita," ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Umum OK OCE Indonesia Iim Rusyamsib menyampaikan beberapa hal penting mengenai modal utama dalam memulai bisnis. Selain harus menekuni bisnis yang sesuai dengan minat dan bisa mendatangkan penghasilan, Iim mengatakan pentingnya memiliki jaringan usaha yang baik.

    "Ketika mengelola bisnis, bisa bekerja sama dengan pihak-pihak lain itu juga penting. Salah satunya adalah dengan memiliki mentor yang bisa mendampingi," pungkasnya.

     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id