Di Tengah Pandemi, Indonesia Masih Diminati Investor Korsel

    Suci Sedya Utami - 29 September 2020 15:01 WIB
    Di Tengah Pandemi, Indonesia Masih Diminati Investor Korsel
    Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok MI
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Indonesia masih diminati oleh investor asal Korea Selatan di tengah pandemi covid-19. Pasalnya, perusahaan negeri Ginseng yang berada Tiongkok berencana merelokasi usahanya ke Tanah Air.

    "Kita harus terus optimistis. Memang situasi sekarang penuh tantangan. Tapi percayalah Pemerintah terus berusaha. Dan keberangkatan kami ke Korea Selatan ini karena memang ada minat serius dari beberapa perusahaan Korea. Artinya Indonesia memiliki daya tarik. Dan kita tindaklanjuti itu," ujar Erick dalam keterangan resmi, Selasa, 29 September 2020.

    Adapun minat investor Korea Selatan tercermin dalam data hasil realisasi investasi pada triwulan II (April-Juni) 2020. Total investasi mencapai USD552,6 juta atau melonjak sebesar 340 persen dari total investasi Korea Selatan pada triwulan I (Januari-Maret) 2020 sebesar USD130,4 juta.

    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah perlu menunjukkan keseriusan Indonesia terhadap investasi asing dengan memfasilitasi langsung penanaman modal tersebut. Khususnya perusahaan yang bergerak di bidang industri hilirisasi.

    "Ini sinyal positif. Indonesia masih dilirik oleh investor di tengah pandemi covid-19. Jadi kita harus serius memfasilitasi sampai jadi. Sesuai arahan Presiden, investasi yang kita dorong adalah yang mendukung transformasi ekonomi, ada nilai tambah. Dan tentu juga investasi padat karya. Indonesia butuh lapangan kerja dan investasi solusinya," ucap Bahlil.

    Berdasarkan data BKPM, periode semester I (Januari-Juni) 2020, realisasi investasi dari Korea Selatan mengalami peningkatan sebesar 25 persen dengan total sebesar USD683,0 juta, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 lalu dengan nilai investasi sebesar USD548,4 juta.

    BKPM mencatat investasi dari Korea Selatan pada periode 2016 sampai semester I-2020 didominasi oleh sektor Listrik, Gas, dan Air (USD944,3 juta); Industri Mesin, Elektronik, Instrumen Medis, Peralatan Listrik, Presisi, Optik, dan Jam Tangan (USD902,5 juta); Industri Kimia dan Farmasi (USD749,6 juta); Industri Barang Kulit dan Alas Kaki (USD552,0 juta); dan Industri Lainnya (USD528,7 juta).


    Berdasarkan lokasi, investasi Korea Selatan mayoritas berada di Jawa (USD4,5 miliar). Kemudian disusul oleh Kalimantan (USD1,0 miliar), Sumatra (USD372,4 juta), Papua (USD246,8 juta), dan Maluku (USD226,3 juta).

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id