Terpopuler Ekonomi: Langkah Joe Biden ke Tiongkok Menarik Perhatian

    Arif Wicaksono - 17 Januari 2021 09:31 WIB
    Terpopuler Ekonomi: Langkah Joe Biden ke Tiongkok Menarik Perhatian
    Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto : AFP.
    Jakarta: Berita mengenai hubungan Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) menarik perhatian pembaca pada Sabtu, 16 Januari 2021. Langkah Joe Biden dianggap bisa meneruskan langkah yang dilakukan Donald Trump lewat program Belt and Road Initiative.

    Selain itu ada berita lainnya yang menjadi perhatian pembaca seperti pengembangan panel surya, Menteri BUMN Erick Tohir, SKK Migas, hingga perekonomian Jerman. Berikut rangkuman lima berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id, Sabtu, 16 Januari 2021.

    1. Biden Punya Peluang Tekan Tiongkok Lewat Program Belt and Road Initiative

    Janji Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk memprioritaskan memerangi perubahan iklim dapat meningkatkan tekanan pada Belt and Road Initiative milik Tiongkok. Proyek milik Beijing tersebut telah dikritik karena mendanai dan membangun proyek infrastruktur yang merusak lingkungan.

    "Kepemimpinan AS yang kuat untuk mengatasi perubahan iklim akan mempersulit Tiongkok untuk menghijaukan Belt and Road Initiative," kata Jonathan Hillman, peneliti senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional Amerika, dilansir dari CNBC International, Sabtu, 16 Januari 2021.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    2. Pemerintah Berencana Bangun Taman Panel Surya di Indonesia Timur

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengembangkan taman panel surya atau solar park di Indonesia bagian timur. Hal ini sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di Tanah Air.

    Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan konsep pembangunan solar park merupakan bagian dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di lahan yang luas.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    3. Sindir Direksi BUMN, Erick Thohir: Mereka hanya Duduk di Balik Meja

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut mayoritas direksi atau pejabat perusahaan pelat merah gemar duduk di balik meja dibandingkan turun langsung ke lapangan.

    Sindiran tersebut disampaikan sekaligus mengapresiasi pendamping nasabah PT PNM (Mekaar) atau Account Officer (AO) yang selalu terjun ke lapangan untuk menemui nasabah.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    4. Pengembangan Kaliberau Rampung, Target Produksi Minyak 1 Juta Barel Dapat Terwujud

    Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan rencana pengembangan (Plan Of Development/PoD) Kaliberau Dalam sudah rampung. Hal ini akan membantu pemenuhan target satu juta barel per hari minyak dan 12 miliar kubik feet per hari gas di 2030.
     
    Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffe A Suardin menjelaskan upaya peningkatan produksi migas dalam jangka panjang dapat dilakukan jika cadangan migas tersebut dapat dikonversi menjadi produksi.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    5. Pemberlakuan Lockdown Bikin Ekonomi Jerman Kontraksi 5% di 2020

    Pemerintah Jerman mengumumkan Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman terkontraksi sebesar lima persen pada 2020 atau lebih baik ketimbang perkiraan sebelumnya di angka 5,1 persen. Jerman mengalami turbulensi akibat pandemi covid-19 yang membuat gangguan pada aktivitas bisnis dan ekonomi.

    Mengutip CNBC International, Sabtu, 16 Januari 2021, kasus virus korona membuat Pemerintah Jerman memutuskan untuk memberlakukan penguncian pada aktivitas publik dan ekonomi. Kanselir Angela Merkel pekan lalu mengumumkan bahwa penguncian terbaru akan diperpanjang sampai dengan akhir bulan.

    Baca berita selengkapnya di sini.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id