PLN Bakal Pasok Listrik dan Uap ke Blok Rokan

    Suci Sedya Utami - 01 Februari 2021 20:42 WIB
    PLN Bakal Pasok Listrik dan Uap ke Blok Rokan
    Blok Rokan. Foto : SKK Migas.



    Jakarta: PT PLN (Persero) bakal memenuhi kebutuhan tenaga listrik dan uap untuk wilayah kerja (WK) atau Blok Rokan, Provinsi Riau.

    Komitmen tersebut dibuktikan dengan penandatanganan surat perjanjian jual beli tenaga listrik dan uap (SPJBTLU) antara PLN dengan anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni Pertamina Hulu Rokan (PHR), Senin, 1 Februari 2021. PHR akan menjadi operator di blok tersebut mulai Agustus mendatang, menggantikan operator lama PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).






    Penandatanganan dilakukan secara daring oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Dispriansyah bersama Presiden Direktur Pertamina Hulu Rokan Yudantoro serta disaksikan oleh Kepala Divisi Pengelolaan Aset SKK Migas Achmad Riad, Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN Wiluyo Kusdwiharto dan CEO Pertamina Hulu Energi Budiman Parhusip.

    “Semoga kerja sama ini dapat memberikan kebaikan bagi kita semua. Wilayah Kerja Rokan adalah salah satu penghasil minyak terbesar di Indonesia, kita buktikan bahwa anak bangsa dapat memberikan yang terbaik bagi negara,” tutur Achmad Riad.

    Sementara itu, Wiluyo berharap dengan penandatanganan perjanjian ini diharapkan dapat menciptakan kerja sama yang baik antara PLN dengan Pertamina Hulu Rokan. Kedua belah pihak diharapkan saling berkomitmen satu dengan yang lain.

    “Dengan penandatanganan ini secara otomatis PLN akan listriki blok Rokan. PLN berkomitmen menjamin pasokan listrik dan uap untuk Wilayah Kerja Rokan secara andal dan berkualitas sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Sementara Pertamina Hulu Rokan juga berkomitmen untuk selalu menjadikan PLN sebagai rekan kerja dalam hal penyediaan listrik dan uap,” ucap Wiluyo.

    Dalam perjanjian ini, masa layanan PLN dibagi menjadi dua yaitu masa transisi selama tiga tahun yang dimulai dari 9 Agustus 2021 sampai dengan 8 Agustus 2024. Pada masa transisi ini, PLN akan mengelola pembangkit listrik existing yang saat ini telah melistriki wilayah kerja Rokan.

    Sementara layanan permanen akan diberikan mulai 8 Agustus 2024 yaitu dengan menginterkoneksikan sistem pada Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatra dengan kapasitas sebesar 400 megawatt (MW).

    Masa transisi tiga tahun akan dioptimalkan PLN dengan melakukan pembangunan interkoneksi sistem sumatera untuk menggantikan pasokan transisi dan meningkatkan kapasitas pasokan ke pertamina hulu rokan. Pada 2024 diperkirakan cadangan daya sistem Sumatera sebesar 3.811 MW atau 46,1 persen, sehingga dipastikan siap memenuhi kebutuhan listrik Blok Rokan.

    “Pasokan listrik dan uap sangat diperlukan dalam operasi wilayah rokan sehingga dapat melanjutkan produksi minyak dan gas dan ketersediaan energi dapat berjalan dengan baik bagi masyarakat Indonesia,” kata Budiman.

    Budiman berharap, kerja sama antara PLN dan Pertamina dapat berlanjut tidak hanya pada wilayah kerja rokan namun pada program strategis lainnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id