Berusia Tua, Potensi Minyak di Blok Rokan Masih Besar

    Suci Sedya Utami - 21 Desember 2020 21:51 WIB
    Berusia Tua, Potensi Minyak di Blok Rokan Masih Besar
    Ilustrasi blok migas. Foto: Dok. Kementerian ESDM



    Jakarta: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji meyakini potensi minyak yang ada di Blok Rokan masih sangat besar kendati lapangannya tergolong berusia tua.

    Ia meyakini potensi tersebut masih bisa dikembangkan. Menurut Tutuka, selain menggunakan teknologi enhanced oil recovery (EOR), untuk mengoptimalisasi produksi, transisi atau alih kelola yang baik antara PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sebagai operator sebelumnya dan PT Pertamina (Persero) sebagai operator selanjutnya mulai Agustus 2021 bakal menjadi kunci untuk peningkatan produksi.






    "Jadi kalau kita amati di Blok Rokan masih banyak potensi. Masih ada kemungkinan bisa ditingkatkan lagi, informasi yang tepat dan menyeluruh menjadi kunci alih kelola ini, sehingga bisa meningkatkan produksi," kata Tutuka, di Jakarta, Senin, 21 Desember 2020.

    Berdasarkan laporan yang ia peroleh, sampai saat ini transisi berjalan baik dengan difasilitasi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Meski diakui Tutuka masih ada proses yang belum selesai, namun dengan komitmen CPI yang akan tetap berinvestasi hingga masa kontrak, tentu akan memengaruhi produksi nasional.

    "Kita harapkan bisa selesai dengan baik sampai awal tahun depan," ujar Tutuka.

    Sebelumnya, SKK Migas menilai keberhasilan alih kelola Blok Rokan akan menjadi kunci kesuksesan untuk mencapai target produksi minyak satu juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (bscfd) di 2030. Penasehat Ahli Kepala SKK Migas Satya Widya Yudha mengatakan cadangan minyak di blok tersebut diperkirakan masih sebesar dua miliar barel.

    "Memperhatikan potensi yang ada, maka WK Rokan akan tetap menjadi tulang punggung produksi migas nasional dalam kurun waktu yang lama untuk mendukung target satu juta barel di 2030 melalui lapangan existing, optimalisasi lapangan, optimalisasi metode waterflood, steamflood, serta chemical EOR," kata Satya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id