RUU Ekonomi Syariah Dinilai Mampu Atasi Ketidakadilan Ekonomi

    Antara - 05 Oktober 2021 09:50 WIB
    RUU Ekonomi Syariah Dinilai Mampu Atasi Ketidakadilan Ekonomi
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. FOTO: MI/ADAM DWI



    Jakarta: Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anis Byarwati menyatakan RUU tentang Ekonomi Syariah yang telah diusulkan menjadi Program Legislasi Nasional Prioritas Tahun 2022 perlu diapresiasi. Pasalnya, RUU tersebut dapat mengatasi isu tentang ketidakadilan ekonomi.

    "Dengan RUU Ekonomi Syariah, kita ingin lebih dari hanya masyarakat yang sering dijadikan potensi market saja, namun secara makro dan lebih komprehensif dapat menjadi solusi akan keadilan ekonomi nasional," katanya, dilansir dari Antara, Selasa, 5 Oktober 2021.

     



    Ia mengutarakan harapannya agar RUU Ekonomi Syariah dapat menjadi payung atas undang-undang bernafaskan syariah yang sudah dikeluarkan seperti UU perbankan Syariah, UU Wakaf, UU Zakat, dan UU Jaminan Produk Halal.

    Selain menjadi payung, lanjutnya, RUU Ekonomi Syariah ini juga berfungsi untuk memunculkan undang-undang lain yang dapat mengharmonikan fungsi sosial keuangan Islam lainnya.

    Anis berpendapat bahwa RUU Ekonomi Syariah dapat mengubah makna ekonomi syariah bukan lagi didominasi dengan narasi potensi aset keuangan syariah, potensi ziswaf, perbankan syariah, dan lainnya, seolah-olah masyarakat muslim hanya dijadikan sebagai target pasar.

    Menurut dia, perekonomian Indonesia sekarang sangat rentan dari ketidakadilan seperti penguasaan ekonomi didominasi oleh segelintir orang dari pada masyarakat yang lebih banyak.

    "Kita harus memberikan catatan bahwa ekonomi syariah yang dimaksud adalah ekonomi yang bernafaskan spirit islam yang memastikan tidak adanya penumpukan kesejahteraan pada satu golongan saja," ujarnya.

    Ia menjelaskan dengan adanya RUU Ekonomi Syariah mampu menciptakan keunggulan komparatif dan kompetitif dengan memanfaatkan SDA-SDM yang berkualitas dan menciptakan industri yang berbasis kewirausahaan sosial di mana asas kebermanfaatan bagi seluruh yang terlibat di dalam aktivitas ekonomi.

    Anis berharap pula dukungan dari masyarakat ke depan sehingga dalam penyusunan RUU Ekonomi Syariah nanti benar-benar sesuai dengan cita-cita besar yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan prinsip ekonomi dan keuangan syariah sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan atau sustainable development untuk mencapai keadilan bagi masyarakat.

    "Prinsip ekonomi dan keuangan syariah sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan, yang dapat memberikan kontribusi bagi dunia dalam rangka mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dialami oleh negara-negara di dunia saat ini," kata Wapres.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id