Erick Thohir Minta UMKM Bali Bersiap Menyongsong Bisnis Pascapandemi

    Suci Sedya Utami - 20 September 2021 15:04 WIB
    Erick Thohir Minta UMKM Bali Bersiap Menyongsong Bisnis Pascapandemi
    Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Kementerian BUMN



    Denpasar: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pandemi covid-19 harus menjadi momentum untuk tetap kreatif dan produktif. Tujuannya agar ketika pandemi usai dan denyut perekonomian kembali normal, para pelaku usaha bisa berada selangkah di depan dalam mengembangkan bisnis.

    Hal tersebut ia sampaikan saat bertemu langsung dengan sejumlah pengusaha lokal Bali yang bergerak di sektor UMKM, inovasi produk, ekonomi kreatif, teknologi digital dan startup yang ada di tiga kota Pulau Dewata, Jembrana, Denpasar, dan Benoa.

     



    Termasuk pula dalam kunjungannya ke STMIK Primakara di Denpasar yang khusus mendidik para pengelola usaha rintisan dan mendapat dukungan dari Bank Mandiri dan PT Telkom.

    "Satu hal yang saya apresiasi dari temen-teman di Bali ini, bahwa pandemi covid-19, di satu sisi memang melemahkan pariwisata yang menjadi andalan Bali. Tapi di sisi lain, saya melihat selama pandemi muncul kreativitas dan inovasi yang menandakan mereka bersiap diri. Ada semangat dan sikap optimisme tinggi bahwa yang jatuh, bisa bangkit lagi," ujar Erick dalam keterangan resmi, Senin, 20 September 2021.

    Oleh karenanya, sesuai dengan tupoksi Kementerian BUMN terhadap para UMKM atau entrepreneur baru untuk fokus mendukung melalui pendanaan, akses pasar, dan logistik, terdapat beberapa BUMN yang bisa mendukung kemajuan industri ekonomi kreatif dan juga UMKM sehingga selain memberi bantuan, juga pendampingan agar bisnis sektor yang menggerakkan ekonomi di tingkat terbawah itu bisa berputar.

    "Kita benahi infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol karena ongkos logistik di Indonesia mahal. Bisa 26 persen, sementara negara Asia Tenggara lainnya di bawah 15 persen. Jika logistik mahal, maka nilai kompetitifnya mahal," tutur dia.

    Terkait pendanaan,lanjut Erick, BUMN punya holding ultra mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan Permodalan Madani Nasional (PMN) yang bisa memfasilitasi pinjaman Rp1 juta hingga Rp4 juta dengan bunga murah. Sementara akses pasar, Kementerian BUMN mempunyai platform Pasar Digital (PaDi) UMKM.

    Dengan didasari atas prinsip bahwa sebuah usaha tidak bisa berdiri sendiri, PaDi UMKM yang kini menampung hampir 10 ribu UMKM menjadi marketplace yang bisa diakses BUMN untuk memenuhi kebutuhannya melalui UMKM.

    "Dengan akses PaDi UMKM ini semua pihak bergotong royong antara BUMN, swasta, UMKM, dan sektor bisnis lainnya agar semua yang terlibat diuntungkan. Bersama PaDI, para UMKM itu langsung terintegrasi dengan OSS (One Stop Service) Kementerian Investasi dan kemudahan mendapat sertifikasi dari Kementerian Perindustrian," lanjut Erick.

    Keberadaan PaDi sudah dirasakan, salah satunya oleh Penenunan Astiti, asal Desa Geigei, Klungkung yang mendapat pendampingan dari Telkom untuk digital marketing. Usaha kain ende dan songket yang dikelola Nyoman Sudasa (73) merasakan manfaat dari PaDi UMKM yang dalam sebulan terakhir menyumbang transaksi online senilai Rp13 juta.

    "Saya juga sudah proyeksikan, jika pengembangan pelabuhan Benoa oleh Pelindo III selesai, maka saya akan mengalokasikan seratus persen arena komersial di pelabuhan Benoa untuk menampung produk dan hasil karya para pengusaha lokal untuk mempromosikan dan menjual produk mereka," jelas Erick.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id