Pemerintah Perlu Siapkan Jurus Jitu Hadapi Varian Baru Covid-19

    Husen Miftahudin - 20 September 2021 20:43 WIB
    Pemerintah Perlu Siapkan Jurus Jitu Hadapi Varian Baru Covid-19
    Ilustrasi virus korona varian baru - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) meminta pemerintah membangun rencana yang matang dalam menghadapi pandemi, baik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, seiring dengan munculnya ancaman selanjutnya melalui varian baru.

    "Meskipun dampak kesehatan yang dihasilkan tidak akan separah dampak yang dihasilkan varian delta, namun varian MU diperkirakan memiliki kekebalan terhadap vaksin covid-19. Selain MU, beberapa varian lain seperti Lambda dan C.1.2 juga saat ini masih dalam tahap observasi untuk melihat karakteristiknya," ungkap Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam rilis Analisis Makroekonomi, Senin, 20 September 2021.

     



    Dia bilang munculnya varian baru virus covid-19 diharapkan menjadi pengingat baik untuk pemerintah maupun masyarakat dalam mempersiapkan agar keadaan tidak terlanjur menjadi semakin buruk. Beberapa negara bahkan mulai memberikan booster vaksin akibat efektivitas vaksin yang menurun seiring waktu.

    Amerika Serikat (AS) dan Inggris sebagai contohnya, mulai mendistribusikan dosis ketiga vaksin. Israel yang saat ini masih bergulat dengan varian delta bahkan sudah mulai mencanangkan untuk memberikan vaksin dosis keempat.

    "Melihat ke arah yang sama, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga mulai menyediakan booster vaksin untuk masyarakat. Hal ini menyusul angka prediksi kasus covid-19 yang bisa mencapai lebih dari dua kali lipat jika varian baru masuk," paparnya.

    Adapun data vaksinasi per 17 September 2021 menunjukkan bahwa 77,42 juta orang telah menerima vaksin dosis pertama dan 44,12 juta orang telah melakukan vaksin secara lengkap. Artinya, baru 21,21 persen dari target 208 juta orang yang mendapat vaksinasi lengkap.

    Sementara itu, dengan jangka waktu yang sama, saat ini sudah ada 834 ribu orang yang menerima vaksin dosis ketiga. Dari angka tersebut, dosis ketiga paling banyak saat ini diberikan kepada tenaga kesehatan.

    "Namun, jika varian baru memang terbukti kebal terhadap vaksin covid-19, maka skenario persiapan harus dengan tepat direncanakan mulai dari jumlah fasilitas kesehatan hingga skema implementasi protokol kesehatan," tutup Riefky.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id