Satu Perusahaan Lagi Bakal Groundbreaking Pabrik Baterai Mobil Listrik di RI

    Eko Nordiansyah - 17 September 2021 17:29 WIB
      Satu Perusahaan Lagi Bakal <i>Groundbreaking</i> Pabrik Baterai Mobil Listrik di RI
    Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto : BKPM.



    Jakarta: Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, akan ada satu perusahaan lagi yang melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Indonesia.

    Rencananya, pembangunan dilakukan produsen baterai kendaraan listrik asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL).

     



    "CATL kita lagi dalam proses, doakan Insyaallah tahun ini juga sudah bisa kita memulai groundbreaking-nya," kata dia dalam video conference, Jumat, 17 September 2021.

    CATL sebelumnya telah menandatangani investasi pengembangan Electric Vehicle (EV) battery dengan pemerintah pada akhir 2020.

    Rencananya investasi yang sudah mencapai tahap perjanjian bisnis ini akan menghabiskan dana mencapai USD5,1 miliar atau Rp72,4 triliun (kurs Rp14.200 per USD).

    Bahlil menambahkan, masih ada sejumlah negara lagi yang rencananya akan berinvestasi industri mobil listrik di Indonesia.

    Setelah sebelumnya Konsorsium Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution juga sudah mulai membangun pabrik baterai mobil listrik senilai USD1,5 miliar atau Rp21 triliun di Karawang Jawa Barat.

    Meski begitu, ia tak ingin membocorkan negara-negara mana saja yang tengah melakukan penjajakan investasi mobil listrik di Indonesia selain Tiongkok dan Korea Selatan. Menurut dia, ada sekitar enam atau tujuh negara yang akan masuk ke Indonesia termasuk dari Eropa dan negara Asia Tenggara.

    "Tunggu saya teken dulu baru saya umumkan. Kebetulan Kementerian Investasi punya satu pola, kerjakan dulu baik-baik, yakinkan dulu baik-baik, baru sampaikan kepada publik. Kalau baru masih dalam pikiran, kami belum berani untuk mengumumkan," ungkapnya.

    Konsorsium Hyundai terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution yang bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) selaku holding dari empat BUMN, yaitu PLN, Pertamina, MIND ID, dan Antam.

    Untuk fasilitas sel baterai yang baru groundbreaking ini rencananya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 Gigawatt Hour (GwH), yang nantinya akan menyuplai kendaraan listrik produksi Hyundai. Secara keseluruhan investasi proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai USD9,8 miliar.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id