Potensi Banjir Masih Tinggi, Kementan Gencar Sosialisasikan AUTP

    Gervin Nathaniel Purba - 23 Februari 2021 14:55 WIB
    Potensi Banjir Masih Tinggi, Kementan Gencar Sosialisasikan AUTP
    Ilustrasi. (Foto: Dok. Kementan)
    Jakarta: Tingginya intensitas hujan belakangan ini membuat sebagian daerah kembali berpotensi banjir. Hal ini bisa menimbulkan kerugian bagi para petani dan peternak. 

    Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus gencarkan melakukan sosialisasi program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi ini juga melindungi para peternak.

    Kementan melalui Direktorat Prasana dan Sarana Pertanian (PSP) memfasilitasi subsidi premi dan pendaftaran online. Para petani dan peternak semakin dimudahkan dengan subsidi premi sebesar 80 persen dari pemerintah. 

    Pendaftaran asuransi juga semakin mudah karena Kementan bersama PT Jasindo menerbitkan layanan berbasis online melalui aplikasi Protan. 

    “Asuransi pertanian sangat diperlukan untuk menanggulangi kerugian sektor pertanian bila disebabkan faktor alam seperti cuaca,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 23 Februari 2021.

    Direktur Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, asuransi pertanian adalah sarana bagi petani yang mengalami puso dan kematian ternak untuk bangkit kembali memulai usaha mereka. 

    Ssuransi yang berjalan baik akan memberi perlindungan kepada petani dan peternak. 

    "UU no. 19 Tahun 2013 yang mengamanatkan perlindungan kepada petani pada hakikatnya adalah tugas semua komponen bangsa. Asuransi untuk membantu melindungi petani dari ancaman kerusakan tanaman akibat bencana alam, pemerintah menganjurkan petani ikut AUTP," kata Sarwo. 

    Menurut Sarwo, AUTP sangatlah penting bagi petani utamanya menghadapi musim hujan seperti saat ini. Jadi sayang sekali jika petani tidak mau ikut dalam asuransi ini.

    "Preminya murah karena dapat subsidi dari pemerintah. Hanya Rp36 ribu per hektare (ha) dari aslinya Rp180 ribu. Sayang sekali kalau petani tidak ikut karena jika mereka gagal panen, kan ada uang yang akan cair sebesar Rp6 juta per ha. Ini kan sangat membantu petani," ujar Sarwo. 

    Untuk lebih meningkatkan pelayanan dan sosialisasi AUTP kepada petani Lebak, Sarwo Edhy menyarankan agar Jasindo sebagai rekanan AUTP ini membuka anak cabang di daerah-daerah rawan banjir area sawahnya. 

    "Salah satu alasannya, selama ini kan kantor cabangnya baru ada di kota-kota besar. Jadi memang cukup jauh. Saya rasa kalau ada anak cabang di daerah akan lebih mudah baik sosialisasi maupun pelayanan," ujar Sarwo

    Menurut Sarwo Edhy, jika petani atau kelompok tani yang di awal musim telah terdaftar dalam program AUTP bisa mengajukan klaim saat padinya puso atau gagal panen akibat bencana kebanjiran atau kekeringan. .

    "Saat ini baru untuk komoditas padi. Klaimnya sebesar Rp6 juta per ha. Jadi sayang kalau petani di Lebak ini belum terdaftar dalam program AUTP ini," kata Sarwo Edhy.

    Mengenai asuransi ini, lanjutnya, untuk preminya dari Rp180 ribu sebanyak 20 persennya ditanggung petani atau sebesar Rp36 ribu. Sisanya disubsidi pemerintah. 

    "Terkait musim hujan, selain program AUTP, Kementan melalui Ditjen PSP telah melakukan berbagai usaha dalam mengatasi kebanjiran," kata Sarwo.

    Upaya penanggulangan gagal panen akibat bencana kebanjiran ini sebenarnya sudah dilakukan. Seperti menginformasikan kepada para petani terkait iklim berdasar pantauan BMKG. Kemudian memberikan rekomendasi budidaya tanaman. Seperti penggunaan varietas toleran kebanjiran. 

    "Selain itu, dengan meminta petani mengikuti pola tanam yang telah ditetapkan. Termasuk meminta petani untuk menggunakan pupuk organik. Sebab akan meningkatkan daya ikat air dalam tanah," pungkasnya.





    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id