comscore

Di Hadapan Anggota G20, Gubernur BI Paparkan Stimulus Ekonomi Atasi Covid-19

Husen Miftahudin - 01 Maret 2021 10:37 WIB
Di Hadapan Anggota G20, Gubernur BI Paparkan Stimulus Ekonomi Atasi Covid-19
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto : Medcom.id.
Jakarta: Negara-negara G20 sepakat untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi global dalam mengatasi pandemi dan kerentanan yang terjadi untuk menjaga dan mendorong pemulihan ekonomi global.

Pemulihan ekonomi global perlu diarahkan untuk mendukung pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif, dengan menjadikan pertumbuhan yang berwawasan lingkungan sebagai perhatian utama, serta meningkatkan resiliensi sektor keuangan khususnya di sektor keuangan nonbank.

 



Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan virtual para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 yang dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada 26 Februari 2021.

Melansir siaran pers dari laman resmi Bank Indonesia, Senin, 1 Maret 2021, dukungan kebijakan moneter dan fiskal yang kuat telah dapat mendukung pemulihan ekonomi di berbagai negara.

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan perekonomian global di 2021 dapat tumbuh di atas proyeksi Januari lalu yang sebesar 5,5 persen, seiring tambahan stimulus ekonomi yang dilakukan beberapa negara besar.

Kerja sama antara 20 negara negara dengan ekonomi terkuat di dunia ini diperlukan lantaran pandemi covid-19 telah meningkatkan ketimpangan ekonomi di dalam dan antarnegara.

Perlu juga percepatan pelaksanaan vaksinasi serta dukungan kebijakan dengan prioritas untuk meringankan dampak pandemi terhadap kelompok masyarakat rentan dan dunia usaha, khususnya UMKM.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pentingnya program vaksinasi dapat berjalan dengan baik untuk mendukung pemulihan ekonomi. Bank Indonesia bersinergi dan mendukung stimulus fiskal yang telah dilakukan pemerintah dalam rangka mengatasi pandemi dan mendukung pemulihan ekonomi Indonesia melalui stimulus moneter.

Stimulus moneter tersebut berupa penurunan suku bunga kebijakan hingga sebesar 150 bps sejak 2020 (level terendah sepanjang sejarah), menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan senilai 4,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana (sekitar tiga persen dari PDB di 2020).

"Selain itu, Bank Indonesia juga berupaya mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan digital yang inklusif melalui serangkaian kebijakan guna peningkatan akses keuangan bagi UMKM, penyaluran bantuan sosial dan beberapa kebijakan sistem pembayaran seperti perluasan akseptasi QRIS, dan pengembangan infrastruktur sistem pembayaran," ungkap Perry.

Lebih lanjut, Perry juga menyampaikan bahwa dukungan rencana Financial Stability Board (FSB) dan lembaga keuangan internasional untuk mengidentifikasi (stocktaking) pelajaran yang didapat (lesson learned) dari pandemi covid-19 guna mengatasi kerentanan di sektor keuangan.

"Serta pengaktifan kembali Sustainable Finance Study Group (SFSG) guna mendiskusikan upaya pengembangan pembiayaan yang memperhatikan aspek lingkungan hidup dan memitigasi risikonya, serta menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang inklusif sehingga dapat meningkatkan peran negara berkembang," tegasnya.

Negara-negara G20 juga berkomitmen untuk mendorong inklusi keuangan melalui pemanfaatan teknologi dan perluasan akses bagi UMKM, mendorong transisi menuju ekonomi yang berwawasan lingkungan dan mencapai konsensus global terkait perpajakan digital yang tertunda dari target semula di akhir 2020.

Dalam forum tersebut juga disepakati bahwa penguatan kerja sama perlu dilakukan untuk membantu negara berpenghasilan rendah dalam menghadapi pandemi dan meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan utang.

Selain itu, G20 juga meminta IMF untuk mempersiapkan proposal alokasi Special Drawing Rights (SDR) untuk negara-negara anggota guna menjaga likuiditas dan memperkuat cadangan devisa di tengah masih tingginya ketidakpastian akibat pandemi covid-19.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id