Pengiriman Pesanan Terhambat Isu Upah Rendah Kurir, Begini Tanggapan Shopee

    Eko Nordiansyah - 12 April 2021 16:54 WIB
    Pengiriman Pesanan Terhambat Isu Upah Rendah Kurir, Begini Tanggapan Shopee
    Marketplace shopee. Foto: dok. MI



    Jakarta: Para pengguna marketplace Shopee sempat mengeluhkan pengiriman paket yang terkendala beberapa waktu lalu. Keterlambatan pengiriman ini disebut-sebut terjadi karena adanya aksi mogok para kurir dari jasa ekspedisi milik Shopee, Shopee Express, akibat pengurangan komisi yang diterima.

    Masalah pengiriman Shopee ini juga turut menjadi trending topic di Twitter sepanjang Minggu, 11 April 2021. Pengguna Twitter @CibiWiranegara menunjukkan bukti chat lewat aplikasi WhatsApp antara salah seorang kurir jasa pengiriman Shopee Express dan konsumennya.

     



    Dalam chat itu, sang konsumen menanyakan mengapa pengiriman paketnya yang menggunakan layanan Shopee Express belum tiba dan meminta petugas Shopee Express itu untuk membantu mengeceknya.

    Namun, kurir itu mengaku jika dirinya tengah tidak bekerja lantaran terjadi mogok kerja di Gudang Shopee. Para kurir memprotes penurunan nilai komisi yang mereka terima dari sebelumnya Rp2.000 per paket menjadi hanya Rp1.500 per paket. Keputusan sepihak Shopee itu lalu memicu reaksi dari para kurir.

    Cuitan itu kemudian ditanggapi salah satu akun yang menuliskan bahwa e-commerce berbasis di Singapura itu diduga membayar komisi kurirnya secara tidak layak, yaitu setara USD0,13 per paket yang dikirim dan tanpa disertai gaji bulanan. Akibatnya, kurir layanan Shopee Express melakukan demo di gudang.

    Tidak hanya soal komisi kurir yang rendah, Shopee juga tengah menghadapi protes dari merchant maupun konsumennya terkait layanan pengiriman paket. Dalam akun @ariefghozaly, para merchant mengeluhkan biaya subsidi ongkos kirim (ongkir) paket yang tidak adil sehingga para merchant harus menanggung selisih biaya kirim. Padahal biaya admin yang dikenakan sudah cukup tinggi.

    Masih dalam cuitan tersebut, para konsumen juga turut bereaksi dengan memprotes keputusan Shopee. Para konsumen mengeluhkan soal opsi jasa pengiriman yang semakin sedikit di Shopee sehingga mengurangi kenyamanan berbelanja.

    Sementara itu, Executive Director Shopee Indonesia Handhika Jahja menegaskan bahwa operasional Shopee Express (SPX) sampai saat ini tetap berjalan normal dan lancar. Ia juga membantah adanya aksi demonstrasi atau mogok kerja oleh mitra pengemudi SPX.

    "Dapat kami informasikan bahwa insentif untuk mitra pengemudi SPX sangatlah kompetitif di industri jasa logistik," kata Handika kepada Medcom.id di Jakarta, Senin, 12 April 2021.

    Ia memastikan bahwa skema insentif Shopee selalu mengikuti peraturan yang berlaku di daerah terkait, serta mengikuti tingkat harga di pasar guna mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pengguna dan ketersediaan mitra SPX.

    "Kami menyediakan perlindungan asuransi untuk para mitra pengemudi SPX agar dapat memberikan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Kami juga selalu mendengarkan masukan dan aspirasi dari para mitra pengemudi SPX, dan terus berupaya untuk menjaga kenyamanan dari semua pihak," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id