Perpres EBT Segera Terbit

    Suci Sedya Utami - 21 Oktober 2020 21:26 WIB
    Perpres EBT Segera Terbit
    Ilustrasi energi terbarukan. Foto: Antara/Idhad Zakaria
    Jakarta: Pemerintah menyatakan Peraturan Presiden (Perpres) terkait harga listrik dari pembangkit energi terbarukan akan segera terbit. Saat ini, penyusunan payung hukum tersebut telah masuk tahap finalisasi.

    Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan kehadiran Perpres ini diharapkan dapat menarik investor untuk mengembangkan potensi EBT yang mencapai 417,8 gigawatt (GW).

    "Besok lusa tidak sampai lewat tahun kita akan mempunyai Perpres yang khusus mengatur tarif listrik dari EBT," kata Rida dalam acara Tempo Energy Day, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Dengan meningkatnya investasi di sektor EBT nasional, diharapkan akan berujung pada meningkatnya jumlah lapangan pekerjaan. Rida mengatakan pihaknya telah menanyakan perihal rancangan Perpres tersebut sebelumnya pada investor.

    "Kami sudah bertanya ke investor apakah tarif (dalam Perpres) menarik atau tidak. Dan mereka meyakini akan menarik dan lebih mempercepat (pengembangan) energi terbarukan,” tambah Rida.

    Dalam Perpres terbaru ini, harga listrik energi terbarukan tak lagi mengacu biaya pokok penyediaan (BPP) listrik seperti selama ini, sehingga harga menjadi lebih baik. Rancangan Perpres menetapkan empat skema harga listrik energi terbarukan yang akan diterapkan, yakni harga Feed in Tariff, penawaran terendah, patokan tertinggi, atau kesepakatan.

    Selain itu, harga listrik energi terbarukan juga mempertimbangkan faktor lokasi pembangkit listrik yang menjadi faktor pengkali (F). Besaran faktor lokasi ini semakin besar untuk daerah Indonesia bagian timur dan pulau-pulau kecil.

    Lampiran Perpres juga menetapkan besaran harga pembelian listrik energi terbarukan berdasarkan kapasitas. Harga listrik energi terbarukan juga ditetapkan lebih tinggi di masa awal pembangkit listrik beroperasi, yakni di kisaran 12-15 tahun pertama. Selanjutnya, harga listrik dipatok lebih rendah hingga kontrak berakhir di tahun ke-30. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id