Genjot Pertumbuhan, ATPM Bidik Sektor Logistik

    Ade Hapsari Lestarini - 04 November 2020 10:31 WIB
    Genjot Pertumbuhan, ATPM Bidik Sektor Logistik
    ATPM mendiversivikasi usaha ke industri logistik. Foto: dok Isuzu.
    Jakarta: Dunia usaha perlu menyiapkan strategi khusus yang adaptif, kreatif dan produktif guna menciptakan peluang seiring menggeliatnya perkonomian nasional. Itu agar ketika perekonomian membaik, pelaku usaha tidak ketinggalan dan kehilangan momentum untuk memacu kinerja mereka.

    Optimisme terhadap pemulihan ekonomi nasional ini sempat dilontarkan oleh Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengatakan indikator terbaru Indonesia telah menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi.

    Hal ini terlihat dari Purchasing Manager’s Index (PMI) pada Agustus 2020 yang tercatat sebesar 51 atau lebih baik dari PMI Maret 2020 yakni 28. Indeks di atas 50 poin mengindikasikan sektor manufaktur tumbuh, sementara skor di bawah 50 poin menunjukkan sektor tersebut terkontraksi. Indikasi lainnya, neraca perdagangan Indonesia berada dalam tren perbaikan. Data terbaru menunjukkan pada September 2020, surplus neraca perdagangan mencapai USD2,44 miliar atau naik dari USD2,3 miliar pada Agustus 2020.

    Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis perekonomian nasional akan berangsur membaik pada triwulan III dan IV setelah tumbuh minus 5,23 perseb pada triwulan II. Dengan begitu, diharapkan pula akselerasi pemulihan ekonomi akan mulai terjadi pada triwulan I-2021.

    Menkeu memproyeksikan perekonomian tumbuh lima persen pada 2021, lebih baik dibandingkan perkiraan tahun ini yang telah direvisi di kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen. Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Emily mengatakan saat menghadapi pandemi, banyak pelaku bisnis hanya berfokus pada strategi reaction seperti penerapan protokol kesehatan, tetapi melupakan tiga strategi lainnya yakni recession, rebound, dan reimagine.

    Dia menambahkan krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi covid-19 telah mengubah tidak hanya pola hidup masyarakat tetapi juga pola bisnis. "Pandemi yang membuat masyarakat harus bekerja dari rumah dan sebisa mungkin tidak keluar rumah, telah mendorong industri e-commerce berkembang pesat. Dampaknya industri logistik juga mengalami pertumbuhan di masa pandemi covid-19," ujar dia, Rabu, 4 November 2020.

    Data Kementerian Keuangan menyebutkan selama pandemi, transaksi pembelian lewat e-commerce meningkat 18,1 persen menjadi 98,3 juta transaksi dengan total nilai transaksinya meningkat 9,9 persen menjadi Rp20,7 triliun.

    Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy memproyeksikan, pada 2025, ukuran pasar e-commerce di Indonesia mencapai USD50 miliar, lebih besar dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Singapura, ataupun Vietnam. "Proyeksi saya kira tidak berlebihan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang relatif besar selalu menjadi potensi market bagi industri apapun," tambahnya.

    Menurut dia, dengan berkembangnya industri teknologi digital seperti e-commerce, tentu ada efek multiplier yang dirasakan industri lain termasuk di dalamnya industri logistik. Karena itu, sebagai salah satu Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Isuzu mencoba membidik sektor logistik.

    "Kami dari Isuzu mencoba menghadirkan solusi komprehensif dengan meningkatkan produktivitas unit kendaraan yang digunakan oleh pelaku usaha, termasuk sektor logistik," ujar Ernando.

    Dikatakan, ada sejumlah hal yang dilakukan Isuzu untuk mendukung produktivitas pelaku usaha mulai dari penyediaan armada yang irit bahan bakar dan siap dengan Euro-4 hingga menyediakan solusi biaya kepemilikan dan operasional yang paling kompetitif. "Peningkatan produktivitas unit ini penting karena menjadi salah satu kunci untuk menyeimbangkan kenaikan biaya operasional dan investasi," jelasnya.

    Alhasil, kata dia, pangsa pasar Isuzu mulai meningkat mulai Juni 2020. Pangsa pasar Isuzu pada Juni 2020 tercatat 25,7 persen, lalu naik menjadi 28,6 persen pada Juli, sedikit melemah di Agustus menjadi 25,1 persen, kemudian meningkat menjadi 26,3 persen pada September 2020.

    Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil wholesales di Indonesia berangsur membaik pada Juni yakni 12.623, lalu Juli 25.283, Agustus naik lagi menjadi 37.277, dan September menjadi yang tertinggi selama pandemi covid-19 yakni 48.554 unit.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id