ShopeePay Dukung Program Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

    Angga Bratadharma - 19 November 2020 09:32 WIB
    ShopeePay Dukung Program Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: ShopeePay turut mendukung gelaran Pekan Fintech Nasional 2020 guna mempertegas komitmen meningkatkan inklusi keuangan dan mempercepat pemulihan ekonomi Nasional. Melalui upaya ini, ShopeePay ingin meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap pembayaran digital melalui program atraktif.

    Marketing Manager ShopeePay Cindy Candiawan menyatakan ShopeePay senantiasa mendukung program yang dicanangkan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Pada Pekan Fintech Nasional ini, ShopeePay ingin memberikan dukungan nyata dengan menyediakan promo atraktif di 30 ribu merchants.

    "Termasuk beberapa aplikasi layanan keuangan untuk mendukung akses keuangan yang setara bagi seluruh masyarakat," kata Cindy, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 November 2020.

    Literasi keuangan memiliki andil penting untuk menciptakan pengelolaan keuangan yang baik oleh masyarakat guna menjaga stabilitas keuangan. Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada pembukaan gelaran Pekan Fintech Nasional 2020 menyatakan tingkat literasi keuangan Indonesia masih tertinggal dibandingkan beberapa negara ASEAN.

    Pemahaman masyarakat akan pengelolaan keuangan yang masih terbilang rendah akhirnya berdampak pada keadaan ekonomi masyarakat usai pandemi covid-19 yang semakin memburuk. Selain itu, fintech juga disebut memiliki peran penting dalam pemulihan ekonomi nasional dengan mendorong inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

    Sementara itu, pemerintah mengaku akan mempercepat realisasi belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2020. Tahun ini sisa anggaran belanja pemerintah pusat maupun daerah mencapai Rp1.200 triliun.
     
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pada kuartal III lalu peran APBN dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional sangat keras. Karena itu, akselerasi belanja harus dikebut demi mendukung pembalikan perekonomian.
     
    "Kita masih ada lebih dari Rp505 triliun APBD yang harus diselesaikan, dan lebih dari Rp700 triliun dari APBN, sehingga total kombinasinya itu ada lebih dari Rp1.200 triliun untuk kuartal IV," katanya.

    Jika dirinci, belanja pemerintah pusat masih Rp763,8 triliun karena realisasi sampai akhir September baru Rp1.211,4 triliun dari pagu Rp1.975,2 triliun. Sementara belanja APBD masih Rp505,45 triliun karena realisasinya baru Rp575,45 triliun dari Rp1.080,71 triliun.
     
    Sri Mulyani menambahkan pembalikan ekonomi yang sudah terlihat di kuartal III lalu bisa berlanjut di akhir tahun ini. Di samping itu, pemerintah juga mendorong percepatan realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
     
    "Program PEN juga akan terus kita fokuskan, dan tidak hanya sekadar membelanjakan tapi kita juga akan melihat dengan berbagai survei dampaknya dan tentu dari sisi targeting-nya," pungkas dia.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id