Harga Karet Sudah Mendekati Rp19 Ribu/Kg

    Antara - 12 Januari 2021 18:42 WIB
    Harga Karet Sudah Mendekati Rp19 Ribu/Kg
    Karet. Foto : AFP.
    Palembang: Harga karet terus membaik hingga pekan kedua 2021 dengan mendekati Rp19 ribu per kilogram (kg) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen.

    Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan dan Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel yang bersumber dari Singapore Commodity diketahui per Selasa,12 Januari 2021, harga KKK 100 persen Rp18.363 per kg, KKK 70 persen Rp12.854, KKK 60 persen Rp11.018 per kg, KKK 50 persen Rp9.182 per kg, dan KKK 40 persen Rp7.345 per kg.

    "Harga memang terus membaik setelah sempat terkoreksi di akhir tahun, hingga 4 Januari 2021 dengan berada di harga Rp17 ribu per kg. Kini harga mulai naik sehingga berada di kisaran Rp18 ribu per kg,” kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumatra Selatan Rudi Aprian, dikutip dari Antara, Selasa, 12 Januari 2021.

    Pada 28 Desember 2020, harga karet KKK 100 persen Rp17.797 per kg, kemudian bergerak turun pada 29 Desember 2020 menjadi Rp17.464 per kg, dan kembali turun pada 30 Desember 2020 Rp17.130 per kg.

    Namun saat penutupan tahun pada 31 Desember 2020, bergerak naik sedikit menjadi Rp17.495 per kg. Tren penurunan ini sempat berlanjut pada pembukaan perdana perdagangan 2021, pada 4 Januari dengan harga Rp17.194 per kg.

    Setelahnya harga karet terus menanjak ke harga keseimbangan di atas Rp18 ribu per kg. Pada 5 Januari 2021 sebesar Rp18.201 per kg, 6 Januari 2021 sebesar Rp18.295 per kg, 7 Januari sebesar Rp18.245 per kg, 8 Januari 2021 sebesar Rp18.867 per kg, 11 Januari 2021 sebesar Rp18.950 per kg.

    Rudi mengatakan harga karet untuk KKK 100 persen diperkirakan bakal bertahan di kisaran Rp18 ribu-Rp19 ribu per kg karena dipengaruhi sejumlah faktor terkini dalam perekonomian global sejak awal 2021.

    Namun, seberapa lama harga ini bertahan, dirinya tidak dapat memperkirakan karena harga karet dapat berubah dengan cepat jika dipengaruhi faktor iklim dan gangguan kondisi alam.

    Saat suplai karet alam di pasar global terganggu hingga adanya permainan spekulan maka akan berimbas pasar pasar karet alam di bursa Singapura dan bursa Shanghai.

    Pada awal tahun ini, pergerakan harga karet yang cukup signifikan belum dapat diprediksi karena belum adanya keyakinan investor terhadap keberhasilan vaksinasi anti covid-19.

    Selain itu, pertumbuhan ekonomi global terkini disadari belum memicu peningkatan permintaan karet di pasar internasional. Apalagi, negara-negara besar produsen karet juga belum pulih pasca cuaca ekstrem La Nina dan penyakit gugur daun pohon karet.

    Namun jika merujuk analisa Dinas Perdagangan dan Gapkindo Sumsel diketahui terjadi harga keseimbangan baru di masa pandemi covid-19 sudah terbentuk pada November 2020. Jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan, khususnya supply dan demand di pasar Singapore Commodity Exchange (SICOM).

    Dilihat dari grafik harga rata rata mingguan pada periode itu, harga keseimbangan baru berkisaran antara Rp18.146-Rp18.711 per kg untuk KKK 100 persen. Namun pada saat tertentu, harga berfluktuasi akibat pengaruh perubahan pertumbuhan ekonomi dunia, kondisi pasar otomotif, harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id