Kesehatan dan UMKM Jadi Kunci Akselerasi Perekonomian

    Husen Miftahudin - 22 April 2021 08:00 WIB
    Kesehatan dan UMKM Jadi Kunci Akselerasi Perekonomian
    Ilustrasi. FOTO: MI/ADAM DWI



    Jakarta: Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengeklaim bisa menjawab tantangan Rosan Perkasa Roeslani terkait pemulihan ekonomi nasional. Adapun pemerintah tengah gencar memulihkan perekonomian usai terhantam keras oleh pandemi covid-19.
     
    Rosan merupakan Ketua Umum Kadin Indonesia saat ini, dan akan melepas jabatannya lantaran diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) menggantikan Muhammad Lutfi yang kini menjabat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag).

    Bila terpilih, Arsjad mengklaim, Kadin akan tetap berkomitmen mendampingi dan membantu pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi yang saat ini terganggu akibat pandemi covid-19. Calon Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 itu menyebutkan salah satu solusi dari permasalahan ekonomi saat ini adalah menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat.






    "Kalau permasalahan kesehatan teratasi, permasalahan ekonomi sedikit banyaknya juga akan teratasi," klaim Arsjad dalam acara buka bersama yang digelar Kadin Banten, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 21 April 2021.

    Selain itu, sebutnya, untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi nasional, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga perlu didorong. Sebab UMKM berperan penting dalam menopang perekonomian bangsa. Ia mengingatkan, UMKM harus dibantu dalam kemudahan berusaha.

    Terkait hal tersebut, Arsjad bilang bahwa pemerintah telah berupaya keras memulihkan ekonomi dari dampak pandemi, termasuk mendorong kebangkitan UMKM melalui sejumlah insentif dan stimulus. Hal tersebut dimaksudkan agar UMKM dapat ikut berperan membantu meningkatkan perekonomian bangsa.

    Adapun pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp186,81 triliun untuk dukungan kepada UMKM dan korporasi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Dana itu akan dikucurkan untuk subsidi bunga UMKM sebesar Rp31,95 triliun dan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp17,34 triliun.

    Kemudian, subsidi imbal jasa penjaminan (IJP) sebesar Rp8,51 triliun serta Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebesar Rp58,76 triliun. Lalu, penempatan dana pemerintah sebesar Rp66,99 triliun dan dukungan lainnya sebanyak Rp3,27 triliun.

    Tak hanya itu, di hadapan Ketua Umum Kadin Banten Mulyadi Jayabaya, Arsjad menambahkan upaya pemerintah membangkitkan UMKM demi perbaikan ekonomi bangsa. Antara lain dengan pembentukan perusahaan induk (holding) BUMN Ultra Mikro.

    Arsjad menekankan penyelesaian permasalahan bangsa terkait pandemi covid-19 ini tidak cukup dengan satu solusi. Pasalnya, setiap masalah butuh solusinya masing-masing. "Setiap industri permasalahannya berbeda-beda, penyakitnya berbeda-beda, butuh obat yang berbeda-beda," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id