Capai Level Tertinggi, Harga Sawit Kalbar Terus Merangkak Naik

    Antara - 29 Januari 2021 15:58 WIB
    Capai Level Tertinggi, Harga Sawit Kalbar Terus Merangkak Naik
    Ilustrasi kelapa sawit. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana.



    Pontianak: Harga komoditas unggulan Kalimantan Barat (Kalbar) berdasarkan hasil penetapan terus mengalami kenaikan seperti Tanda Buah Segar (TBS) sawit yang saat ini di harga tertinggi pada usia 10-20 tahun mencapai Rp231,15 per kilogram (kg).

    "Secara umum harga TBS sawit di Kalbar pada periode II Januari 2021 mengalami kenaikan rata-rata sebesar Rp115,90 dibandingkan harga periode I Januari 2021. Harga saat periode ini Rp231,15 per kg, tertinggi sejak 2019 lalu," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar Heronimus Hero, dikutip dari Antara, Jumat, 29 Januari 2021.






    Heronimus Hero menjelaskan kenaikan TBS didorong oleh kenaikan harga jual minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar Rp494,05 per kg dan kenaikan harga inti sawit (PK) sebesar Rp535,84 per kg.

    "Jadi kenaikan TBS periode II Januari 2020 ini karena CPO dan PK yang naik. Tercatat untuk harga CPO sudah mencapai Rp9.744,39 per kg dan untuk harga PK Rp6.766, 88 per kg," jelas dia.

    Hero mengatakan dengan kenaikan harga TBS atau sawit secara umum tentu akan berkorelasi terhadap peningkatan petani dan perusahaan perkebunan tersebut.

    "Harapan kita harga seperti ini terus stabil dan mengalami kenaikan. Dengan harga naik tingkat kesejahteraan petani membaik karena pendapatan naik tersebut," ujar dia.

    Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar optimistis produksi dan harga minyak sawit mentah atau CPO pada 2021 akan tetap baik.

    "Jika mengulas sifat iklim 2019-2020 yang cukup kondusif bagi sektor perkebunan sawit, optimistis produksi dan harga CPO pada 2021 ini akan tetap baik," ujar Ketua Gapki Kalbar Purwati Munawir.

    Ia menjelaskan dari sisi kinerja produksi CPO tetap baik karena diproyeksikan sama dengan produksi 2020 yaitu lebih kurang enam juta ton terdiri dari lima juta ton CPO dan satu juta ton inti sawit atau PK.

    Sedangkan dari sisi harga CPO, pergerakannya cenderung semakin membaik sejak 2019 dan diperkirakan masih tetap bergerak naik setidaknya sampai semester I-2021. Namun demikian, tambahnya, strategi pasar masih harus dikawal terutama terkait dengan efisiensi tata kelola sawit di lapangan.

    "Demikian pula serapan pasar global terutama ke negara Tiongkok, India diperkirakan masih tetap baik hal ini dipengaruhi oleh daya saing CPO yang cukup kuat terhadap minyak nabati lain (kedelai, jagung) karena produksi yang cenderung terbatas," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id