Kenaikan Harga Makanan dan Tembakau Dorong Inflasi di Jawa Timur

    Amaluddin - 01 Desember 2020 21:42 WIB
    Kenaikan Harga Makanan dan Tembakau Dorong Inflasi di Jawa Timur
    Ilustrasi kenaikan harga makanan dan minuman - - Foto: dok MI
    Surabaya: Provinsi Jawa Timur mengalami kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,26 persen pada November 2020. Inflasi tersebut disumbang oleh kelompok makanan, minuman, tembakau hingga perlengkapan rumah tangga.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan menjelaskan IHK meningkat dari 103,94 pada Oktober menjadi 104,21 pada November 2020. Sementara tingkat inflasi sejak Januari hingga November 2020 mencapai 0,98 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,50 persen.

    "Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga, yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran," katanya di Surabaya, Selasa, 1 Desember 2020.

    Adapun kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 1,24 persen. Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,40 persen, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,17 persen.

    Sementara itu, kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen, kelompok transportasi sebesar 0,21 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,47 persen.

    Namun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.

    "Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2020 antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, bawang putih, obat dengan resep, tomat, cabai merah dan ikan mujair," jelas Dadang.

    Berdasarkan penghitungan angka inflasi di delapan kota IHK di Jatim selama November 2020, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi terbesar terjadi di Sumenep sebesar 0,82 persen, lalu diikuti Kediri dan Jember masing-masing sebesar 0,44 persen, Madiun dan Probolinggo masing-masing sebesar 0,41 persen.

    "Selanjutnya inflasi di Malang tercatat sebesar 0,31 persen. Sedangkan inflasi terendah di Banyuwangi dan Surabaya masing-masing sebesar 0,20 persen," tambah dia.

    Untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November) 2020 di 8 kota IHK Jawa Timur, Jember merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi yaitu mencapai 1,71 persen. Sedangkan kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Surabaya yang mengalami inflasi sebesar 0,82 persen.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id