Pertamina Optimistis Penuhi Kebutuhan Produk Petrokimia Mulai 2022

    Suci Sedya Utami - 01 Desember 2020 14:08 WIB
    Pertamina Optimistis Penuhi Kebutuhan Produk Petrokimia Mulai 2022
    Ilustrasi proyek Revamping Aromatic dan New Olefin di TPPI - - Foto: dok MI
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) memastikan proyek Revamping Aromatic dan New Olefin yang digarap oleh PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) terus berjalan dan selesai pada 2022.

    Dengan rampungnya proyek tersebut, Pertamina optimistis dapat memenuhi kebutuhan produk Petrokimia Nasional, khususnya Paraxylene yang ditargetkan zero impor.

    Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ignatius Tallulembang menjelaskan terdapat dua proyek pengembangan dan pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan Pertamina di TPPI.

    Pertama, proyek Revamping Aromatic yang akan meningkatkan produksi petrokimia berupa Paraxylene dari 600 ribu ton menjadi 780 ribu ton per tahun yang ditargetkan selesai pada 2022.

    Kedua Proyek new Olefin yang mencakup pembangunan Naphtha Cracker, termasuk unit-unit downstream dengan produk Polyethylene (PE) sebesar satu juta ton per tahun dan Polypropylene (PP) 600 ribu ton per tahun yang ditargetkan selesai pada 2024.

    "Progres Revamping Aromatic kini telah memasuki tahapan pekerjaan lapangan yaitu EPC OSBL, sementara proyek Olefin dalam proses tender design build competition," kata Tallulembang dalam keterangan resmi, Selasa, 1 Desember 2020.


    Menurutnya pembangunan proyek di TPPI ini akan mendukung pengembangan industri petrokimia dalam negeri dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta menekan defisit neraca perdagangan sekitar USD1,8 miliar per tahun melalui penurunan impor produk petrokimia secara signifikan.

    "Proyek petrokimia yang direncanakan Pertamina Group termasuk revamping aromatic dan olefin TPPI ini secara tata waktu akan mendahului dan dapat sejalan dengan arahan Presiden terkait pengembangan industri petrokimia," ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan proyek ini sangat strategis, serta feasible dan proven baik dari sisi teknis, keekonomian, ataupun sisi strategis lainnya lantaran memiliki multiplier effect yang sangat besar untuk kepentingan masyarakat luas.

    "Komisi VII DPR RI sangat mendukung penuh langkah-langkah percepatan yang dilaksanakan Pertamina agar proyek di TPPI ini tuntas pada 2024. Proyek ini harus jalan, karena di antaranya untuk mengurangi ketergantungan pada impor," kata Sugeng.  


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id