UMKM Didorong Lebih Percaya Diri Masuk Pasar Ekspor

    Angga Bratadharma - 25 November 2020 08:31 WIB
    UMKM Didorong Lebih Percaya Diri Masuk Pasar Ekspor
    Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
    Jakarta: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu didorong agar bisa merambah pasar ekspor guna tumbuh lebih maksimal, memanfaatkan era digital yang kian terbuka terhadap pasar dunia. Jika UMKM tumbuh tinggi bukan tidak mungkin berdampak positif terhadap kinerja ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

    CEO PCP Express Dennis Soemarno berharap UMKM lebih percaya diri untuk memasarkan produk yang dimiliki ke pasar dunia atau melakukan ekspor. UMKM perlu mengetahui bahwa produk dalam negeri cukup banyak diminati oleh pasar dunia yang artinya peluang bisnis terbuka sangat lebar.

    Karena potensinya masih besar yang membuat Dennis mendorong UMKM agar merambah pasar ekspor. "Kami berharap bisa memberikan kepercayaan diri kepada UMKM. Dengan mereka go internasional mereka bisa meningkatkan produk-produk mereka," kata Dennis, dalam sebuah konferensi pers virtual, Selasa, 24 November 2020.

    Guna mendukung UMKM merambah pasar ekspor, Dennis mengaku pihaknya siap memberikan dukungan. Dukungan itu berupa layanan memampukan UMKM mengirimkan produk mereka ke pasar ekspor, khususnya Malaysia dan Singapura. Ia juga berencana untuk ekspansi layanan ekspor ke negara lain yang prospektif.

    "Periode usai pandemi di tahun depan akan memacu pertumbuhan sektor logistik lebih tinggi," ujar Dennis.

    Data RedSeer menunjukkan bisnis jasa logistik selama pandemi covid-19 tumbuh hingga 100 persen, bahkan mencapai puncak tertinggi sepanjang September 2020 dengan pertumbuhan hampir 400 persen. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan penggunaan layanan e-commerce dan marketplace yang meningkat 69 persen selama masa pandemi di Indonesia.

    Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mencatat perusahaan logistik berperan penting dalam ekosistem digital. Karenanya, investor menanamkan modalnya ke beragam model bisnis startup logistik, baik Business to Costumer (B2C), Costumer to Costumer (C2C), Business to Business (B2B), maupun gabungan (B2B2C).

    Pasar ekspor juga masih memiliki potensi besar seiring dengan upaya pemerintah mendorong UMKM untuk merambah ekosistem digital saat pandemi virus korona. Digitalisasi dinilai dapat meningkatkan keuntungan pelaku usaha, dan menghemat biaya ekspor.

    Berdasarkan riset Asia Pacific MSME Trade Coalition (AMTC), digitalisasi dapat menghemat biaya ekspor pelaku UMKM di India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Thailand hingga USD339 miliar. Selain itu, teknologi digital menghemat waktu untuk ekspor 29 persen dan mereduksi biayanya hingga 82 persen.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id