Pupuk Indonesia Siapkan Stok 2 Juta Ton Jelang Musim Tanam

    Husen Miftahudin - 07 Januari 2021 19:41 WIB
    Pupuk Indonesia Siapkan Stok 2 Juta Ton Jelang Musim Tanam
    Pupuk Bersubsidi. Foto : MI.
    Jakarta: Memasuki musim tanam awal 2021, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk subsidi dan nonsubsidi untuk dapat memenuhi permintaan petani. Secara total, perseroan menyiapkan stok pupuk sebanyak lebih dari dua juta ton.

    Rinciannya, stok pupuk subsidi yang disiapkan mencapai 1,25 juta ton yang terdiri dari 648.853 ton urea, 299.260 ton NPK, 95.514 ton SP 36, 118.620 ton ZA, serta 92.157 ton pupuk organik. Sedangkan stok pupuk nonsubsidi yang tersedia sekitar 800 ribu ton.

    "Total stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan empat minggu ke depan, dan jumlahnya dua kali lipat dari ketentuan pemerintah mengenai batasan stok pupuk bersubsidi," kata Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal dalam keterangan resminya, Kamis, 7 Januari 2021.

    Dari total stok tersebut, lanjut dia, daerah dengan jumlah stok terbanyak adalah Jawa Barat sebesar 123.269 ton, disusul Jawa Timur 290.642 ton dan Sulawesi Selatan sebesar 79.812 ton. Stok tersebut siap disalurkan kepada petani yang terdaftar dalam e-RDKK setelah terbitnya SK dari pemerintah daerah (pemda) setempat.

    Ia menjelaskan bahwa penerbitan SK merupakan salah satu persyaratan utama agar gudang-gudang dapat mulai mendistribusikan barangnya ke distributor dan kios.

    "Stok tersebut sudah tersedia sampai di Gudang lini 3 dan 4 dan siap digelontorkan kepada masyarakat setelah terbitnya SK kepala daerah provinsi dan kabupaten," tuturnya.

    Jumlah alokasi pupuk bersubsidi di 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar 9.041.475 ton pupuk ditambah 1,5 juta liter pupuk organik cair. Adapun rincian alokasi pupuk bersubsidi di 2021 adalah 4.166.669 ton urea, 640.812 ton SP36, 784.144 ton ZA, 2.662.000 ton NPK, 770.850 ton organik, dan 17 ribu ton NPK formula khusus.

    Alokasi tersebut yang menjadi dasar Pupuk Indonesia Grup untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke daerah-daerah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan pemerintah.

    Gusrizal sekaligus menegaskan bahwa Pupuk Indonesia sebagai BUMN yang mendapat tugas menyalurkan pupuk, hanya bisa mendistribusikan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan tersebut.

    Agar penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran, ada sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi petani. Sesuai dengan Permentan Nomor 49 Tahun 2021, petani yang berhak memperoleh pupuk bersubsidi adalah mereka yang bergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam e-RDKK dan untuk wilayah tertentu, sudah memiliki Kartu Tani, serta pembeliannya harus dilakukan di kios-kios resmi.

    "Tanpa persyaratan tersebut, maka petani tidak dapat dilayani untuk pembelian pupuk bersubsidi. Namun sebagai alternatif, kami menyiapkan pupuk nonsubsidi," ungkap dia.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id