comscore

Diakuisisi Pupuk Kaltim, Kalianusa Raup Untung Rp50 Miliar

Desi Angriani - 23 Desember 2021 20:04 WIB
Diakuisisi Pupuk Kaltim, Kalianusa Raup Untung Rp50 Miliar
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Jakarta: PT Kalimantan Agro Nusantara (Kalianusa) meraup keuntungan Rp50 miliar pada November lalu setelah diakuisisi oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) pada 2019.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menyebut capaian laba tersebut diiringi oleh perolehan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada 5 Desember 2021.

 



"Sejak resmi bergabung, kami terus melakukan upaya efisiensi dalam hal manajemen usaha dan peningkatan produksi, yang kami lakukan tanpa menambah atau membuka lahan baru. Setelah kami lakukan selama dua tahun belakangan ini, hasilnya sangat positif," kata Rahmad dalam siaran persnya, Kamis, 23 Desember 2021.

Rahmad menjelaskan alasan Pupuk Kaltim mengakuisisi Kalianusa seiring dengan tingginya potensi pengembangan industri oleokimia dan turunannya yang merupakan produk lanjutan dari Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit.

"Maka dari itu, PKT mengakuisisi Kalianusa (berkolaborasi dengan PTPN XIII) dua tahun lalu, dalam upaya diversifikasi usaha dan pengembangan di industri yang menggunakan energi terbarukan di masa depan," ungkap dia.

Setelah proses akuisisi rampung, Kalianusa dan Pupuk Kaltim memulai pembangunan pabrik pengolahan CPO di 2019 agar industri oleokimia dalam negeri dapat menghasilkan nilai tambah.

"Pada 2020 Kalianusa telah melakukan pengapalan perdana sebesar lebih dari 2.000 ton minyak sawit mentah (CPO)," jelas Rahmad.

Di sisi lain, Sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) menjadi tanda perusahaan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan secara menyeluruh. Luas lahan yang tersertifikasi ISPO milik Kalianusa saat ini tercatat sebesar 5.771 Ha, yang terletak di Kecamatan Rantau Pulung dan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.

Total luas lahan Kalianusa saat ini mencapai 6.997 Ha tanaman yang sudah menghasilkan dan 214,66 Ha tanaman belum menghasilkan. Sisanya sebanyak sekitar 889 ha akan disertifikasi ISPO setelah HGU terbit bersamaan dengan kebun plasma seluas 1.180 Ha. Dari lahan tersebut, perusahaan dapat memproduksi 30 ton tandan buah segar (TBS)/jam yang menghasilkan minyak kelapa sawit (CPO) sebesar 40 ribu ton per tahunnya.

"Sertifikasi ini juga menjadi bukti bahwa produk sawit yang kami hasilkan ramah lingkungan, sustainable, dan diharapkan mampu bersaing dengan komoditas sawit dari negara lain di pasar global, selaras dengan arah perusahaan yang akan melakukan diversifikasi usaha ke arah energi terbarukan di masa depan," pungkas Rahmad.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id