comscore

Jadi Isu Prioritas TIIWG G20, Menperin: Industri 4.0 Akselerasi Pemulihan Ekonomi

Husen Miftahudin - 08 Februari 2022 17:46 WIB
Jadi Isu Prioritas TIIWG G20, Menperin: Industri 4.0 Akselerasi Pemulihan Ekonomi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin
Jakarta: Pada Presidensi G20 tahun 2022, Indonesia melakukan inisiatif dengan menambahkan nomenklatur industri dalam Trade and Investment Working Group menjadi Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG). Meski bukan hal yang baru dan kerap dibahas, namun format TIIWG baru ada saat ini.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sektor industri manufaktur merupakan penyokong ekonomi di banyak negara besar di dunia, bahkan mempunyai kontribusi sebesar 14,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.
"Namun, pandemi covid-19 menyebabkan industri di dunia mengalami kontraksi maupun perlambatan pertumbuhan, yang juga mengakibatkan gangguan aktivitas ekonomi global," kata Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam acara Inagurasi Kelompok Kerja Perdagangan, Investasi, dan Industri G20 secara virtual, Selasa, 8 Februari 2022.

Dengan masuknya isu industri secara resmi pada TIIWG Presidensi G20, Indonesia bertekad memanfaatkannya dengan mengajak anggota G20 berkolaborasi dalam mengatasi tantangan akibat pandemi, dan merumuskan strategi bersama mencapai industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan sehingga menciptakan ekonomi yang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi krisis.

"Kami meyakini, sektor industri, perdagangan, dan investasi merupakan tiga pilar yang paling penting dan perlu saling bersinergi untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi. Sebab, investasi merupakan sektor hulunya, kemudian industri di sektor intermediate, dan perdagangan adalah hilirnya," papar dia.

Agus optimistis, adanya investasi dapat membangun industri yang berdaya saing dan membuka peluang akses perdagangan yang lebih luas dan berkontribusi pada sistem perdagangan dunia. "Investasi, industri, dan perdagangan itu satu mata rantai. Oleh karenanya, satu sama lain saling mendukung, dan diperlukan kerja sama yang sangat baik," ungkapnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan fokus terhadap salah satu isu yang dibahas pada pertemuan TIIWG tahun ini, yakni penerapan industri 4.0. Tujuannya memacu industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta terkait dengan tema besar dalam penguatan untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi.

"Melalui diskusi antarnegara anggota G20, kami berupaya mengakselerasi implementasi industri 4.0, meningkatkan pemerataan akses teknologi, memitigasi dampak negatif dari perubahan teknologi, serta memperkuat kolaborasi untuk mendukung industri yang inklusif, berkelanjutan dan pemulihan ekonomi global," imbuhnya.

Lebih lanjut, isu Industri 4.0 dipilih karena memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, mengurangi konsumsi energi dan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya.

"Hal ini dapat memberikan peluang yang signifikan bagi anggota G20 untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencapai tujuan SDGs," tegas Agus.

Pelaku industri dan sektor lainnya merespons cepat untuk melakukan transformasi digital dalam menghadapi dampak pandemi. "Kondisi pandemi covid-19 justru mendorong industri mempercepat penerapan industri 4.0 melalui transformasi digital dalam sistem produksi, peningkatan skill, inovasi, dan kerja sama kemitraan dengan banyak pihak terkait," urainya.

Oleh karena itu, melalui isu industri 4.0 yang diangkat dalam TIIWG G20, Agus mendorong terjadinya percepatan transformasi digital dan inovasi di sektor industri yang dapat memberikan potensi untuk meningkatkan nilai tambah, produktivitas, dan efisiensi industri.

"Sebagai bagian dari industri 4.0, transformasi digital juga membawa tantangan baru bagi perusahaan, pekerja, konsumen, pemerintah, lembaga penelitian, organisasi industri, dan masyarakat secara keseluruhan," tutup Agus.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id