Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Diharap Seimbang

    Angga Bratadharma - 16 September 2020 15:53 WIB
    Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Diharap Seimbang
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Pemprov DKI Jakarta yang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diharapkan bisa seimbang menjalankan antara penanganan kesehatan dan upaya pemulihan ekonomi. Hal itu penting agar masyarakat tidak kian tertekan akibat pandemi covid-19.

    Ketua Umum HMS Center Hardjuno Wiwoho menilai kebijakan PSBB merupakan pilihan bijak untuk rakyat Indonesia. Meski cukup pahit, opsi ini harus ditempuh agar rakyat tidak menanggung derita lebih mendalam akibat penyebaran covid-19 yang kurvanya belum juga melandai.

    Meski demikian, dia berharap penanganan kesehatan dan upaya pemulihan ekonomi berjalan paralel agar pembiayaan kesehatan dan kehidupan ekonomi rakyat sehari-hari terpenuhi. Ia menegaskan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi memerlukan kerja sama dan komitmen yang kuat dari semua pihak.

    "Dengan demikian, Indonesia bisa terbebas dari pandemi serta pelebaran defisit karena kontraksi ekonomi di tahun berikutnya tidak terjadi," ujar Hardjuno, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 16 September 2020.

    Menurut Hardjuno, penyelamatan Kesehatan rakyat serta pemulihan ekonomi rakyat harus ditempatkan pada skala prioritas. Sebab, pandemi memberikan tekanan yang cukup siginifikan terhadap ekonomi nasional.

    "Jangan cari panggung di covid-19. Hentikan semua pencitraan. Mari semua energi positif bangsa diarahkan untuk melawan covid-19 ini," tegasnya.

    Adapun beberapa waktu lalu kebijakan PSBB sempat direspons negatif oleh pelaku pasar yang ditunjukan dengan anjloknya IHSG. Tak hanya itu, dampak covid-19 ini menyebabkan nafas ekonomi sebagian besar dunia usaha termasuk UKM, BUMN, dan ekonomi keluarga semakin sulit.

    Bahkan beberapa sektor usaha kolaps akibat dari lesunya produktivitas dan minimnya penjualan.  Untuk itu, perlu kebijakan dari pemerintah guna menyelamatkan ekonomi nasional. "Pemulihan Kesehatan berjalan beriringan dengan upaya mengenjot pertumbuhan ekonomi. Tidak bisa lagi berjalan secara parsial," terangnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut tak satu pun negara memiliki strategi yang pas dalam menarik investasi di tengah pandemi covid-19. Sebab, kondisi luar biasa ini cukup menantang bagi semua negara.
     
    "Tantangan bagi kita semua bahwa mendorong investasi di era pandemi covid belum ada rumusnya. Tidak ada satu negara pun yang buat strategi yang pas untuk menghadapi kondisi seperti sekarang," katanya.

    Menurutnya kebijakan proteksionisme negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia membuat investasi asing langsung (FDI) turun hingga 40 persen secara global. Sementara di Indonesia, realisasi FDI tidak mengalami penurunan lebih dari 10 persen.

    "Di Indonesia enggak lebih turun dari 10 persen. Artinya apa? Kepercayaan investor dari semua negara khususnya lima negara terbesar, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan itu kemudian menganggap Indonesia masih satu negara tujuan yang positif," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id