Tips agar Tidak Jadi Kutu Loncat di Dunia Kerja

    Nia Deviyana - 30 Agustus 2020 11:12 WIB
    Tips agar Tidak Jadi Kutu Loncat di Dunia Kerja
    Ilustrasi pekerja. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Dalam dunia kerja, seringkali seseorang berpindah-pindah perusahaan dalam waktu yang relatif singkat. Penyebabnya beragam, namun yang paling banyak dikemukakan lantaran tidak sesuai dengan passion.

    Kalau begini, apa yang salah?

    CEO startup pencari kerja TopKarir Bayu Janitra Wirjoatmodjo mengatakan, istilah "kutu loncat" ini terjadi karena salah mengidentifikasikan minat dan bakat.

    "Misalnya lulusan statistik, ternyata pas masuk kerja di bagian research, merasa cocoknya ternyata di bagian strategic planner. Lalu mencari posisi yang dianggap cocok itu di perusahaan lain. Atau sering pindah-pindah, pas masuk di company keempat baru merasakan kecocokan," ujarnya dalam media luncheon yang dikutip Medcom.id, Minggu, 30 Agustus 2020.

    Selain itu, menurut Bayu, peran pemerintah daerah juga sangat penting, terutama dalam hal riset. Tidak adanya riset membuat ketimpangan lulusan dengan kebutuhan industri menjadi tidak sepadan. Hal ini juga yang membuat lulusan bekerja di sektor yang tidak sesuai dengan jurusannya.

    "Contohnya di Kalimantan, kebanyakan lulusannya admin. Padahal di sana kebanyakan industri tambang dan kelapa sawit, enggak cocok kan dengan industri? Jadi akhirnya rekrut yang sesuai dari daerah lain atau terpaksa bekerja tapi enggak sesuai sama jurusannya," ungkapnya.

    Bayu tidak menampik biaya menjalani tes minat dan bakat memang relatif mahal. Belum lagi tes biasanya hanya diselenggarakan perusahaan tertentu saja.

    "Di TopKarir, dengan Rp10 ribu sudah bisa mengetahui minat dan bakat. Kalau ternyata keburu kecemplung di tempat yang salah? Kita ada fitur TopEdu," imbuhnya.

    Dengan Top Edu, jelas Bayu, TopKarir membantu mengasah keterampilan dan potensi para pencari kerja dan karyawan perusahaan melalui pelatihan-pelatihan yang tersedia.

    "Selain dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, pelatihan online ini juga menyediakan sertifikat bagi siapapun yang telah menyelesaikan pelatihan hingga akhir, yang dapat berguna untuk melamar pekerjaan dan pengembangan karier.

    Saat ini, TopKarir juga sedang bekerja sama dengan pemerintah daerah, melakukan Tes Minat Bakat untuk seluruh pelajar dan mahasiswa di Jawa Timur. Hasilnya akan dirangkum dalam bentuk dashboard pemetaan talenta Jawa Timur dan portal karier Jawa Timur.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id