Tren PHK Tidak Terelakkan akibat Korona

    Media Indonesia - 23 Juni 2020 11:46 WIB
    Tren PHK Tidak Terelakkan akibat Korona
    Foto: dok MI/Bary Fathahilah.
    Jakarta: Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK diperkirakan akan semakin sering terjadi lantaran tekanan pandemi covid-19 terhadap perekonomian semakin berat. Pemerintah didesak untuk tanggap terhadap situasi yang memburuk ini.

    "PHK jadi pilihan sulit yang tidak bisa dihindari lagi. Tentunya perusahaan akan fokus pada keberlangsungan bisnis jangka panjang dan efisiensi sumber daya manusia pilihan paling logis," kata pengamat kebijakan publik dan ekonomi UI Harriyadin Mahardika di Jakarta, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 23 Juni 2020.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah memprediksi ekonomi di kuartal II-2020 bakal terkontraksi hingga minus 3,8 persen. Sejumlah perusahaan diketahui telah melakukan PHK, di antaranya Ramayana Department Store dan Grab. Data menunjukkan pada 11 Maret-17 Juni 2020 sekitar 500 startup terdampak secara global. Mereka harus melepas 64.400 karyawan mereka. Sementara itu, setidaknya ada 43 startup di Asia juga harus merumahkan tidak kurang dari 12.601 karyawan mereka.

    Harriyadin pun meminta pemerintah agar tanggap terhadap situasi yang memburuk ini. "Paket stimulus yang tengah digodok pemerintah harus tepat sasaran, terutama diarahkan ke sektor yang menyerap banyak tenaga kerja agar kondisi pelaku bisnis cepat pulih dan kembali dapat menyerap tenaga kerja," jelas Harriyadin.

    Ekonom Indef Bhima Yudhistira memperkirakan PHK masih akan berlangsung sebagai dampak kebijakan berbagai perusahaan untuk menutup sejumlah layanan mereka dan memperkuat bisnis inti.

    "Sebagai dampak dari penerapan strategi kembali ke bisnis inti itu, gelombang PHK tidak akan berhenti di tahun ini," jelasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id