Industri Mau Bangun Listrik Mesti Izin ke PLN

    Suci Sedya Utami - 17 Maret 2020 10:56 WIB
    Industri Mau Bangun Listrik Mesti Izin ke PLN
    Ilustrasi PLN. Foto : Mi/Irfan.
    Jakarta: Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan industri atau swasta yang ingin membangun listrik harus lapor terlebih dahulu ke PT PLN (Persero).

    Rida mengatakan meski secara aturan perizinan merupakan wewenang Kementerian ESDM, namun industri harus berkonsultasi dengan PLN menyoal kemampuan perusahaan listrik pelat merah tersebut untuk membangun pembangkit listrik yang direncanakan dibangun oleh swasta tersebut.

    "Mekanismenya meskipun mereka pakai pembangkit sendiri perizinan juga ke kita, ke pemda. Tapi kan ada mekanisme nanya dulu ke PLN, PLN sanggup enggak bangun. Kalau PLN sanggup silakan, kalau enggak sanggup kita keluarkan isi operasinya," kata Rida di Kementerian ESDM, Senin, 16 Maret 2020.

    Rida mengatakan saat ini Indonesia mengalami kelebihan pasokan listrik. Meskipun demikian penyebarannya kurang merata lantaran dari sisi fasilitas distribusi masih kurang mendukung.

    Oleh karenanya, menurut Rida, yang dibutuhkan saat ini bukan menambah kapasitas pembangkit. Namun meminta PLN untuk fokus menambah jaringan transmisi dan distribusi sehingga aliran setrum dari pembangkit bisa merata.

    Sebelumnya Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta agar industri di tanah air tidak membangun listrik masing-masing. Sebab hal tersebut dianggap bakal mengganggu pengerjaan proyek pembangunan pembangkit 35 ribu mega watt (MW).

    Ia mengatakan program 35 ribu MW dirancang dengan pertumbuhan konsumsi listrik yang didata PT PLN (Persero) sebesar 6,5 persen. Namun pada kenyataannya pertumbuhan konsumsi listrik hanya empat persen.

    Perlambatan pertumbuhan tersebut tentu menjadi kekhawatiran jika nantinya pada saat proyek 35 ribu MW selesai dan beroperasi seluruhnya tidak dapat terserap dengan baik, sedangkan pasokan listriknya diperkirakan surplus. Sehingga kecenderungannya ada pembangkit-pembangkit yang akan menganggur.

    "Kan 35 ribu MW mau selesai, sehingga tenaga listrik berlebih. Artinya tenaga listrik ini harus disalurkan supaya jangan ada pembangkit yang idle. Sehingga nanti jangan tambah-tambah lagi," kata Arifin.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id