BI Turunkan Suku Bunga Acuan

    Ekonom Bank Mandiri: Saatnya Fokus di Stimulus Fiskal

    Angga Bratadharma - 20 Maret 2020 08:57 WIB
    Ekonom Bank Mandiri: Saatnya Fokus di Stimulus Fiskal
    Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
    Jakarta: Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang menurunkan BI7 Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen disambut Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro. Pasalnya, penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia itu selaras dengan proyeksi tim ekonom Bank Mandiri.

    "Sepertinya penurunan suku bunga ini merupakan yang terakhir dan sudah saatnya kita berfokus pada stimulus fiskal," kata Andry, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.

    RDG Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan BI7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen dari sebelumnya 4,75 persen. Sementara suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen.

    Sebelumnya, Andry memaparkan ruang penurunan suku bunga didorong oleh langkah pre-emptive BI dalam mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi global. Terutama akibat penyebaran virus covid-19 dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.

    Di sisi lain, lanjutnya, laju inflasi masih relatif stabil dan terkendali, meskipun beberapa waktu terakhir terdapat kenaikan beberapa bahan makanan dan kebutuhan pokok seperti gula pasir dan bawang merah. Inflasi sampai Februari 2020 secara tahunan tercatat sebesar 2,98 persen atau masih dalam rentang target BI yang sebesar 2,0-4,0 persen.

    "Kami memperkirakan sepanjang tahun ini inflasi akan berada pada level 3,25 persen," kata Andry.

    Sebelumnya, BI memutuskan kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen. Kebijakan tersebut sebagai langkah bank sentral untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tantangan dan penyebaran virus korona atau covid-19.
     
    "Berdasarkan asesmen menyeluruh terhadap ekonomi global, ekonomi makro, stabilitas sistem keuangan, dan berbagai aspek lainnya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id