Dirut Garuda Berharap Industri Penerbangan Pulih Sebelum 2022

    Antara - 01 September 2020 14:57 WIB
    Dirut Garuda Berharap Industri Penerbangan Pulih Sebelum 2022
    Garuda Indonesia. Foto : Medcom.
    Jakarta: Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menilai terlalu lama apabila mengikuti prediksi bahwa industri penerbangan baru akan pulih total di 2022 setelah pandemi covid-19.

    "Muncul analisis yang mencengangkan, di dalam perkembangannya muncul data dan kepentingan, yang paling agresif dua tahun. Ini artinya akan recover 2022, saya orang yang mengatakan kami enggak punya waktu, it’s just too long (terlalu lama),” kata Irfan, dikutip dari Antara, Selasa, 1 September 2020.

    Untuk itu, Irfan mengatakan pihaknya harus melakukan segala cara agar industri penerbangan, terutama bisnis maskapai bisa kembali berjalan meskipun pandemi masih ada satu-satunya yang bisa menyelamatkan bisnis penerbangan, menurut dia, adalah penumpang yang naik pesawat.

    "Kita mesti melakukan segala macam cara untuk memastikan pemulihan. Hanya penumpang yang naik dan bayar enggak ada diskon yang bisa membuatnya lebih cepat," ujar dia.

    Upaya maskapai pelat merah itu saat ini adalah memastikan bahwa terbang bersama Garuda aman dan nyaman dengan konfigurasi kursi yang menerapkan pola jaga jarak (kursi tengah tidak diisi kecuali permintaan keluarga), setiap calon penumpang wajib menyerahkan bukti tes cepat dengan hasil nonreaktif atau PCR/Swab dengan hasil negatif serta sirkulasi udara di dalam kabin pesawat yang sudah menerapkan teknologi HEPA (high-efficiency particulate air).

    "Apabila masih ragu-ragu, saya yakinkan Anda butuh apa untuk memastikan rasa aman," katanya.

    Menurut Irfan, upaya percepatan pemulihan ekonomi tidak bisa menunggu hingga pemerintah menunggu vaksin covid-19.

    "Kalau pemerintah sudah punya vaksin dan kembali ke normal dua tahun, tapi enggak cukup buat saya," tambahnya.

    Upaya lainnya yang ditempuh Garuda, seperti membuka rute-rute baru, di antaranya Bandung (Husein Sastranegara)-Denpasar PP, Bandung (Husein Sastranegara)-Medan PP, Balikpapan-Berau PP, Balikpapan-Makassar PP, Balikpapan-Yogyakarta PP, Balikpapan-Banjarmasin PP, Makassar-Berau PP, Makassar-Manado PP, Banjarmasin-Yogyakarta PP, Surabaya-Lombok PP, dan Yogyakarta-Palembang PP.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id