Pemerintah Diminta Berani Melonggarkan PSBB di Awal Juni

    Husen Miftahudin - 11 Mei 2020 19:59 WIB
    Pemerintah Diminta Berani Melonggarkan PSBB di Awal Juni
    Ilustrasi. Foro : Medom.
    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi meminta pemerintah berani mengambil kebijakan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di awal Juni 2020. Langkah tersebut diyakini mampu menggerakkan sistem keuangan dan pertahanan ekonomi nasional yang pincang akibat hantaman covid-19.

    Maklum, kebijakan PSBB saat ini sudah memukul sistem keuangan dan pertahanan ekonomi domestik di kuartal I-2020. Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama 2020 anjlok ke posisi 2,97 persen dari posisi kuartal IV-2019 sebesat 4,9 persen.

    "Maka itu, butuh pelonggaran PSBB agar sistem keuangan dan pertahanan ekonomi negara akan kembali pulih dan stabil. Sehingga, kuartal II-2020 diharapkan PDB (Produk Domestik Bruto) bisa di atas 2,97 persen," ujar Ibrahim dalam keterangannya kepada Medcom.id, Senin, 11 Mei 2020.

    Menurutnya, hal ini juga sejalan dengan lini masa pemulihan ekonomi nasional pascapandemi covid-19 yang dipaparkan ekonom senior Raden Pardede dalam rapat resmi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

    Skenario pemulihan ekonomi itu terdiri atas lima fase di mana tiga fase pertama diberlakukan pelonggaran PSBB terhadap sejumlah industri dan sektor bisnis pada awal hingga pertengahan Juni 2020.

    Oleh karena itu, sebut Ibrahim, pemerintah setiap pekan akan melakukan evaluasi kebijakan pemulihan ekonomi. Tujuannya untuk mengetahui strategi bauran yang sudah diterapkan, apakah bisa berjalan sesuai dengan regulasi yang ada atau malah melenceng dari regulasi.

    "Disinilah pemerintah harus bisa menjelaskan tentang kondisi yang sebenarnya terhadap pasar, sehingga pasar kembali percaya," tuturnya.

    Secara bersamaan Bank Indonesia (BI) terus berupaya untuk menstabilkan mata uang Garuda yang dalam bulan-bulan terakhir ini masih cukup stabil tidak jauh dari Rp15 ribu, mengendalikan inflasi, dan melakukan koordinasi dengan pemerintah termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menentukan bauran kebijakan demi menjaga kedaulatan ekonomi.

    "Salah satu bauran kebijakan yang sudah dijalankan adalah penurunan suku bunga dan menjaga inflasi agar tetap rendah dan terkendali," urai Ibrahim.

    Dalam penutupan perdagangan hari ini, rupiah menguat tipis. Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda tersebut ditutup menguat ke posisi Rp14.895 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.920 per USD.

    Rupiah bergerak menguat 25 poin atau setara 0,17 persen. Sedangkan rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.891 per USD hingga Rp14.942 per USD.

    Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.895 per USD. Rupiah mengalami penguatan 109 poin atau setara 0,73 persen dari level penutupan perdagangan di hari sebelumnya di posisi Rp15.004 per USD.

    Sementara mengutip data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.936 per USD atau mengalami penguatan sebesar 73 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp15.009 per USD.

    "Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan akan menguat di level Rp14.795 per USD sampai dengan Rp15.050 per USD," tutup Ibrahim.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id