Puluhan Juta Pekerja Properti Terancam PHK

    Antara - 14 Mei 2020 18:24 WIB
    Puluhan Juta Pekerja Properti Terancam PHK
    Ilustrasi PHK - - Foto: Medcom
    Jakarta: Sebanyak 30,34 juta karyawan properti terancam dirumahkan dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak pandemi covid-19. Jumlah tersebut terdiri atas 19,17 juta pekerja di sektor properti dan 11,18 juta pekerja di industri terkait properti.

    "Belum lagi ditambah dengan sektor informal yang juga ikut terdampak seperti sewa kontrakan dan warung-warung untuk para pekerja lapangan. Ada 30 jutaan pekerja yang berpotensi terdampak. Ini jumlah yang sangat besar dan tidak main-main," kata Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020.

    Meski demikian, industri properti Indonesia dinilai masih memiliki peluang untuk berkembang jika diberikan porsi yang seimbang oleh pemerintah. Misalnya, kebijakan yang terintegrasi untuk pendanaan, perizinan, dan pertanahan, perpajakan, kepemilikan properti, dan lain sebagainya.

    Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti Hendro Gondokusumo menambahkan kedudukan sektor properti yang berkaitan erat dengan sektor lain (backward linkage) mempengaruhi pertumbuhan sektor lain (forward linkage).

    "Dari 175 sektor industri yang bergerak dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung dengan sektor properti, industri properti memiliki pangsa jumlah permintaan akhir 33,9 persen sehingga ini yang menjadikan industri properti sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

    Selain itu, properti juga dinilai sebagai jenis usaha yang merata sebarannya karena belahan wilayah manapun membutuhkan hunian. "Bagaimanapun, properti adalah salah satu industri yang bisa masuk ke pelosok-pelosok daerah di Indonesia dan menghidupkan ekonomi lokal dengan pembangunannya. Papua butuh, Aceh juga, tidak hanya satu lokasi saja," ungkap dia.

    Sementara itu, Ketua Umum REI Totok Lusida mengatakan sektor properti memiliki keterkaitan erat dengan industri perbankan. Karena itu dukungan perbankan amat penting khususnya dalam memberikan pelonggaran kredit.

    "Kami meminta agar dilakukan stimulus restrukturisasi. Yang kami minta adalah penundaan pembayaran pokok dan bunga supaya bisa membayar karyawan. Kami berusaha keras untuk tidak melakukan PHK, namun kalau tidak didukung oleh perbankan, berat bagi industri properti untuk bertahan," pungkas Totok.
     

     



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id