Airlangga: Vaksin dan Protokol Kesehatan Penting untuk Keluar dari Pandemi

    Ade Hapsari Lestarini - 28 Juli 2021 14:43 WIB
    Airlangga: Vaksin dan Protokol Kesehatan Penting untuk Keluar dari Pandemi
    Ilustrasi vaksinasi. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.



    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menekankan kepentingan vaksinasi covid-19 sebagai game changer atau salah satu langkah krusial yang menentukan kesuksesan Indonesia keluar dari pandemi ini.

    "Untuk mencapai kekebalan kelompok dibutuhkan sekitar 208,2 juta penduduk Indonesia yang sudah divaksinasi. Jumlah ini meningkat setelah ditambahkan kelompok anak berusia 12-17 tahun. Sekarang 718 ribu anak telah mendapat dosis pertama. Semakin cepat, semakin baik," ungkapnya, saat konferensi pers kedatangan vaksin covid-19 tahap 30, dikutip Rabu, 28 Juli 2021.

     



    Setelah melakukan vaksinasi pada tenaga kesehatan, petugas publik dan penduduk lanjut usia, saat ini proses vaksinasi juga telah menjangkau masyarakat umum dan rentan. Hingga 26 Juli 2021, telah dilakukan vaksinasi sejumlah 64,13 juta dosis atau suntikan, yang terdiri dari 45,5 juta dosis pertama dan 18,6 juta dosis kedua.

    Di sisi lain, Airlangga mengingatkan bahwa vaksinasi hanyalah salah satu strategi Pemerintah dalam menangani pandemi covid-19, sebab vaksinasi dan kedisiplinan masyarakat harus berjalan beriringan.

    "Pemerintah akan terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan). Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment). Selain itu juga, kami mengambil kebijakan untuk memperpanjang PPKM hingga 2 Agustus 2021," ujarnya.

    Adapun PPKM level empat diterapkan pada 95 Kabupaten/Kota di tujuh Provinsi di Jawa-Bali dan 45 Kabupaten/Kota di 21 Provinsi di Luar Jawa-Bali. Sedangkan, PPKM level tiga diterapkan pada 33 Kabupaten/Kota di tujuh Provinsi di Jawa-Bali dan 276 Kabupaten/Kota di 21 Provinsi di Luar Jawa-Bali. Serta, PPKM level dua diterapkan pada 65 Kabupaten/Kota di 17 Provinsi di Luar Jawa-Bali.

    "Semoga kerja sama yang baik dari semua pihak dalam penanggulangan pandemi covid-19, khususnya program vaksinasi dapat terus dikembangkan sehingga rakyat sehat dan ekonomi bangkit kembali," tegas Menko Airlangga.

    Sebelumnya, Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac sebanyak 21,2 juta dosis dalam bentuk bulk (bahan baku) pada Selasa, 27 Juli kemarin. Pemerintah pun terus berupaya mendatangkan vaksin melalui seluruh jalur yang ada, guna memastikan ketersediaan stok vaksin dalam mencapai target sasaran vaksinasi sampai akhir tahun ini.

    Vaksin yang sudah diterima Indonesia sampai saat ini total sekitar 173,1 juta dosis, yaitu vaksin jadi Sinovac tiga juta dosis, AstraZeneca 14,9 juta dosis, Sinopharm enam juta dosis, dan Moderna 4,5 juta dosis. Jika ditambah kedatangan kemarin, total vaksin Sinovac dalam bentuk bulk yang sudah diterima sebanyak 144,7 juta.

    Airlangga menuturkan pemerintah selalu memastikan keamanan (safety), mutu (quality), dan khasiat (efficacy) untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh. Vaksin yang disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM dan rekomendasi dari ITAGI, WHO, dan para ahli. "Warga tidak perlu ada ragu atau khawatir untuk menerima vaksin," tuturnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id