Kemenperin Gelar Program Vaksin untuk Pekerja Industri Jawa-Bali

    Husen Miftahudin - 28 Juli 2021 20:55 WIB
    Kemenperin Gelar Program Vaksin untuk Pekerja Industri Jawa-Bali
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi covid-19 di Tanah Air dengan menggelar program vaksinasi khusus bagi pelaku industri dan tenaga kerja industri di wilayah Jawa-Bali. Pelaksanaan vaksinasi ini diharapkan dapat melindungi para pekerja dari covid-19 dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

    "Kemenperin bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan program vaksinasi industri bagi lima juta pekerja industri di Jawa dan Bali. Targetnya akan dilaksanakan pada Juli hingga Oktober 2021," kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 28 Juli 2021.

     



    Dalam program ini, tim vaksinasi industri juga bekerja sama dengan pengelola kawasan industri percepatan proses vaksinasi. Koordinasi dilakukan dalam validasi dan penyortiran data calon penerima vaksin. Kemudian data tersebut digunakan sebagai dasar jumlah kebutuhan vaksin, penentuan lokasi, dan waktu pelaksanaan vaksinasi.

    "Peserta program vaksinasi adalah mereka yang belum masuk dalam program vaksinasi gotong royong. Sedangkan yang sudah terdaftar sebagai peserta vaksinasi gotong royong oleh perusahaan, pelaksanaan vaksinasinya diupayakan untuk bisa diprioritaskan," imbuhnya.

    Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan, penyelenggaraan vaksin industri pada tahap awal dilaksanakan pada 28-29 Juli 2021 di PT Santos Jaya Abadi, Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Jawa Barat. Selanjutnya pada 30-31 Juli 2021 dilakukan di President University, Kawasan Industri Jababeka.

    Target vaksinasi di tahap awal tersebut adalah sebanyak 10 ribu pekerja. Di tahap awal ini, vaksinasi industri diberikan untuk sektor industri makanan dan minuman. Pasalnya, sektor tersebut memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dengan total ekspor pada kuartal I-2021 mencapai USD19,58 miliar, meningkat 42,59 persen (yoy).

    "Berdasarkan data tersebut, sektor industri mamin yang mempekerjakan lima juta orang merupakan kontributor penting pada pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus sektor kritikal yang perlu tetap berjalan optimal di masa pandemi," ujar Putu.

    Pada pelaksanaan di hari pertama, vaksinasi diberikan kepada 2.115 pekerja. Para pekerja berasal dari perusahaan industri mamin, antara lain PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api), Garuda Food, PT Nestle Indonesia, PT Niramas Utama (INACO), dan PT Inasentra Unisatya. Selain itu, terdapat satu perusahaan di luar sektor mamin yang turut dalam program vaksinasi bagi industri tersebut, yakni PT Nichias Rockwool Indonesia.

    Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman menyampaikan apresiasi atas upaya Kemenperin dalam percepatan vaksinasi, terutama bagi sektor industri mamin. Dia bilang, jaminan vaksinasi pekerja menjadi satu keniscayaan untuk menjamin industri beroperasi dengan baik dan aman.

    Ia menyebutkan bahwa industri bukan merupakan klaster penyebaran covid-19. Sebab, pekerja lebih banyak terpapar di lingkungan tempat tinggal dan keluarga.

    "Sehingga, bila pekerja dan keluarga bisa divaksin, bisa lebih aman. Kami juga terus mendorong anggota kami untuk tertib dalam pelaporan IOMKI (Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri) sebagai salah satu upaya memonitor industri agar terjamin keamanannya," tutup Adhi.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id