Menkop UKM Ajak Generasi Milenial Berwirausaha

    Suci Sedya Utami - 11 Juni 2021 16:47 WIB
    Menkop UKM Ajak Generasi Milenial Berwirausaha
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki - - Foto: dok antara



    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan berwirausaha menjadi pilihan strategis bagi generasi milenial. Selain punya modal berupa tekad kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis.
     
    Saat ini rasio kewirausahaan Indonesia baru 3,47 persen. Angka lebih rendah dibandingkan Thailand 4,26 persen, Malaysia 4,74 persen, dan Singapura 8,76 persen.

    "Saatnya menjadi petani, peternak, atau pembudidaya udang muda di negeri ini," ucap Teten dalam keterangan resmi, Jumat, 11 Juni 2021.

     



    Teten mengungkapkan pemerintah tengah menyusun Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional sekaligus turunan dari UU Cipta Kerja dan PP Nomor 7/2021.

    Menurut Teten, instrumen ini nantinya diharapkan dapat memastikan target wirausaha muda mapan dengan inovasi, teknologi, berkelanjutan, dan membuka seluas-luasnya lapangan kerja.

    "Target rasio kewirausahaan tahun ini sebesar 3,55 persen dan sebesar empat persen di 2024," ujar dia.

    Ia menambahkan digitalisasi menjadi media akselerasi pertumbuhan usaha koperasi dan UMKM. Berdasarkan data Asosiasi e-commerce Indonesia (IdEA), kata Teten, selama pandemi terjadi kenaikan penjualan pada platform e-commerce sebesar 25 persen.

    "Artinya, masyarakat Indonesia terutama pelaku UMKM telah keluar dari zona nyaman dan beradaptasi untuk bertahan," ujar Teten.

    Saat ini, Kemenkop UKM tengah memperkuat UMKM go digital dengan dua pendekatan yakni peningkatan kapasitas usaha melalui penguatan database, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan kawasan atau klaster terpadu UMKM.

    Kedua, perluasan pasar digital melalui Kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI), onboarding platform pengadaan barang & jasa (LKPP, PaDI), Live Shopping, dan Sistem Informasi Ekspor UMKM.

    "Dalam melindungi produk-produk dalam negeri, kami mendorong semua stakeholder untuk membatasi produk impor yang menjual di bawah harga produksi perdagangan melalui sistem elektronik, dan upaya menghilangkan inequal treatment antara penjual offline dan online terkait kewajiban kepemilikan Angka Pengenal Impor, NIB, dan lainnya," papar Teten.

    Dari sisi pembiayaan, Kemenkop UKM juga mencoba memberikan kemudahan bagi UMKM, penyiapan regulasi KUR kecil tanpa jaminan hingga Rp100 juta, serta pagu kredit untuk UMKM diperbesar hingga Rp20 miliar.

    "Peran perguruan tinggi sangat strategis dalam memberikan akses informasi, pengetahuan, digitalisasi, maupun teknologi bagi mahasiswa atau UMKM untuk menjadi wirausaha atau startup sukses dengan penerapan inovasi teknologi," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id