Dukung Zero Emission, GE Indonesia Hengkang dari Bisnis Pembangkit Batu Bara

    Suci Sedya Utami - 21 Juli 2021 15:35 WIB
    Dukung <i>Zero Emission</i>, GE Indonesia Hengkang dari Bisnis Pembangkit Batu Bara
    Batu Bara. Foto : MI.



    Jakarta: General Electric (GE) Indonesia tidak lagi memfasilitasi bisnis mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berbahan bakar batu bara. Selama ini GE Indonesia memasok boiler untuk PLTU.

    Direktur Pengembangan Pasar GE Indonesia Arka W Wiriadidjaja mengatakan sejak tahun lalu, perusahaan memutuskan untuk keluar dari pasar PLTU batu bara. Untuk saat ini perusahaan hanya akan melakukan servis pada PLTU existing. Namun tidak lagi memasok boiler untuk PLTU baru yang akan dibangun.

     



    "Sejak tahun kemarin kita memutuskan untuk pulled out dari bisnis batu bara untuk yang new equipment-nya," kata Arka dalam wawancara khusus bersama Medcom.id, Rabu, 21 Juli 2021.

    Menurut Arya, hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang membatasi pembangunan PLTU serta menargetkan zero emission di 2060.

    Pemerintah juga mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mencapai target tersebut, sesuai dengan kesepakatan Indonesia pada perjanjian Paris (Paris Agreement) yang ingin mengurangi emisi. Di internal pun, ia bilang, GE menargetkan net zero pada 2030.

    Menindaklanjuti target tersebut, kata Arya, GE Indonesia juga akan mengalihkan fokus pada energi transisi dengan menyokong fasilitas turbin di pembangkit listrik tenaga gas dan energi terbarukan. Seperti hybrid pembangkit gas dengan teknologi energi terbarukan sesuai dengan lokasi.

    Berdasarkan laporan GE, transisi sederhana dari pembangkit batu bara ke pembangkit gas dapat mengurangi emisi sebanyak 60 persen, dengan konfigurasi memakai turbin gas paling canggih dan dikombinasikan dengan turbin uap dalam pengaturan siklus gabungan. Penambahan elemen lain seperti angin, matahari, dan penyimpanan baterai dapat juga mengakibatkan penurunan emisi karbon sebanyak 80 persen.

    "Kita sudah mulai suggest karena menggantikan pembangkit batu bara ini harus juga dengan teknologi yang sesuai dan reliable, salah satunya adalah dengan pembangkit gas yang kita offer, karena gas itu untuk CO2 emisinya jauh sekali di bawah batu bara," ujar Arka.

    Ia meyakini transisi energi ini akan menjadi salah satu penopang bisnis perusahaan di masa mendatang. Sebab, teknologi untuk menopang transisi energi di Indonesia bermacam-macam bisa masuk ke pembangkit hydro, surya, angin, battery storage, dan lain sebagainya.

    "Value chain yang kita terlibat biasanya di proyek-proyek pembangkitan seperti itu. Kita akan melibatkan diri untuk value chain yang lebih luas lagi ke depannya," jelas dia.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id