Indonesia Pastikan Keamanan Delegasi G20, Jalur Khusus Disiapkan

    Desi Angriani - 08 Desember 2021 20:33 WIB
    Indonesia Pastikan Keamanan Delegasi G20, Jalur Khusus Disiapkan
    Indonesia menjadi tuan rumah Presidensi G20. Foto: Medcom.id/Desi Angriani



    Jakarta: Indonesia menyiapkan jalur khusus bagi delegasi Presidensi G20 saat memasuki pintu masuk internasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

    "Kita bersama dengan seluruh komunitas airport, Angkasa Pura bahu membahu bersama menjadi satu tim berikan kelancaran," kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga DJBC Kemenkeu Syarif Hidayat, Rabu, 8 Desember 2021.

     



    Syarif menjelaskan akan ada sekitar 150 rangkaian acara Presidensi G20 yang telah dimulai sejak awal Desember 2021 hingga Oktober 2022 nanti. Rangkaian acara tersebut diselenggarakan di Bali, Jakarta, dan beberapa kota lain.

    Karena itu, DJBC sebagai bagian tim nasional logistik finance track akan memastikan penataan alur kedatangan hingga protokol kesehatan para delegasi.

    "Penerbangan direct ke Bali belum ada jadi delegasi datang ke Jakarta untuk transit kemudian dibawa ke Bali menggunakan pesawat khusus," terang dia.

    Berikut alur kedatangan delegasi G20 di Bandara Soetta:

    1. Delegasi menuju hospitality lounge G20.
    2. Pemeriksaan suhu tubuh serta pemantauan kesehatan.
    3. Pengambilan sampel PCR dengan hasil keluar kurang dari dua jam.
    4. Validasi dokumen kesehatan berupa surat vaksinasi, surat keterangan tes PCR dari negara asal, kepemilikan asuransi covid-19. Mengisi aplikasi PeduliLindungi dan eHAC.

    “Delegasi yang mewakili negaranya harus ada surat mandat dan mereka harus telah memenuhi persyaratan vaksinasi sesuai negara masing-masing,” tambah dia.

    Ketika hasil tes para delegasi negatif, mereka akan memasuki pesawat khusus yang diberangkatkan menuju Bali serta transportasi khusus untuk rangkaian acara di Jakarta.

    Adapun para delegasi G20 diberikan kelonggaran berupa visa khusus dan isolasi berbasis karantina bubble. Para delegasi yang berasal dari berbagai negara ini diperbolehkan menerapkan karantina di lokasi acara tetapi wajib mengikuti tes antigen setiap hari.

    "Kalau ada yang positif diisolasi di RS rujukan. Jadi akan langsung dibawa diselesaikan di RS rujukan," pungkas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id