comscore

Pelonggaran PPKM Bikin Kinerja Penjualan Eceran Agustus Membaik

Husen Miftahudin - 12 Oktober 2021 10:33 WIB
Pelonggaran PPKM Bikin Kinerja Penjualan Eceran Agustus Membaik
Ilustrasi pengunjung di pusat ritel - - Foto: MI/ Barry Fathahilah
Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) pada Agustus 2021 mengalami perbaikan, baik secara bulanan maupun tahunan. Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Agustus 2021 tercatat sebesar 192,5 atau secara bulanan terakselerasi sebesar 2,1 persen (mtm), baik dari minus 5,0 persen (mtm) pada Juli 2021.

Peningkatan tersebut terutama bersumber dari Kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang tercatat tumbuh tinggi sebesar 24,7 persen (mtm), berbalik arah dari minus 24,7 persen (mtm) dari bulan sebelumnya. Kelompok lain yang tercatat meningkat antara lain subkelompok Sandang dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang masing-masing tercatat tumbuh 2,5 persen (mtm) dan 8,5 persen (mtm).
"Responden menyatakan bahwa peningkatan penjualan didorong oleh permintaan masyarakat sejalan dengan pelonggaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di berbagai daerah," jelas hasil survei yang diungkap Direktur, Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhammad Nur, Selasa, 12 Oktober 2021.

Secara tahunan, penjualan eceran Agustus diindikasi membaik meski masih dalam fase kontraksi sebesar minus 2,1 persen (yoy), tidak sedalam minus 2,9 persen (yoy) pada Juli 2021. Perbaikan penjualan terjadi pada mayoritas kelompok komoditas yang disurvei seperti kelompok Bahan Bakar Kendaraan bermotor yang tercatat tumbuh sebesar 5,9 persen (yoy), dari 4,5 persen (yoy) pada Juli 2021 dan kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang mengalami kontraksi minus 3,7 persen (yoy), membaik dari minus 13,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

"Sementara itu, kelompok komoditas Makanan, Minuman, dan Tembakau tercatat tumbuh 5,8 persen (yoy), meski lebih rendah dari 6,7 persen (yoy) pada Juli 2021," paparnya.

Dalam survei yang sama, Bank Indonesia memperkirakan kinerja penjualan eceran secara bulanan diprakirakan akan terkontraksi. IPR September 2021 diprakirakan sebesar 190,3, atau secara bulanan turun 1,1 persen (mtm) pada Agustus 2021.

Penurunan antara lain terjadi pada kelompok Suku Cadang dan Aksesori dan Makanan, Minuman, dan Tembakau yang masing-masing tercatat mengalami kontraksi sebesar minus 7,3 persen (mtm) dan minus 2,1 persen (mtm).

"Sementara itu, kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya diprakirakan tumbuh sebesar 2,2 persen (mtm) pada September 2021, melambat dibandingkan 4,6 persen (yoy) pada Agustus 2021," urai Nur.

Secara tahunan, penjualan eceran September 2021 diprakirakan membaik meski masih dalam fase kontraksi sebesar minus 1,8 persen (yoy), tidak sedalam minus 2,1 persen (yoy) pada Agustus 2021. Mayoritas kelompok mencatatkan perbaikan, terutama didorong oleh peningkatan penjualan kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang diprakirakan tumbuh 17,0 persen (yoy), dari 5,9 persen (yoy) pada bulan sebelumnya, sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

"Adapun kelompok lain yang tercatat membaik meski masih dalam fase kontraksi yaitu Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (minus 27,8 persen yoy) serta Barang Budaya dan Rekreasi (minus 12,4 persen yoy), didorong program back to school berupa pembelian buku dan alat tulis," pungkas dia.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id