comscore

Teten: Hampir 3.000 UMKM Dukung Praktik Usaha Ramah Lingkungan

Despian Nurhidayat - 12 Mei 2022 14:54 WIB
Teten: Hampir 3.000 UMKM Dukung Praktik Usaha Ramah Lingkungan
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki - - Foto: Medcom/ Hendrik
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan hampir 3.000 pelaku UMKM atau sebanyak 95 persen mendukung dan berminat terhadap praktik usaha ramah lingkungan.

Dukungan ini pun meliputi sikap pelaku UMKM dalam menggunakan energi secara efisien, mengurangi sampah dalam proses produksi mereka, serta menerapkan pentingnya praktik ramah lingkungan dalam menguntungkan usahanya dalam jangka panjang.

"Yang menarik, dari hasil riset tersebut menunjukan UMKM yang dimiliki perempuan, cenderung lebih mendukung praktik ramah lingkungan, dan inklusif dibandingkan dengan UMKM yang dimiliki laki-laki," ungkapnya dalam acara Green Economy Indonesia Summit 2022, dikutip Kamis, 12 Mei 2022.

Teten menambahkan, saat ini praktik usaha ramah lingkungan atau ekonomi hijau menjadi salah satu agenda pemulihan transformatif Kemenkop UKM.

Bahkan ke depannya, 70 persen dari prioritas program Kemenkop UKM akan menyasar langsung pelaku UMKM, dan koperasi anak muda, perempuan, serta fokus untuk mendukung pengembangan ramah lingkungan.

Menurutnya, Indonesia harus belajar dari negara lain, di mana mereka dengan pesat bergerak menuju pertumbuhan ekonomi hijau dan menetapkan kebijakan pro lingkungan dengan target ambisius.

"Di antaranya ada Uni Eropa yang menetapkan carbon border tax, dengan memonitor besi, baja semen, pupuk, aluminium, dan pembangkit listrik. Juga ada United Kingdom yang menerapkan due diligence, atau uji tuntas sebagai syarat masuk sejumlah produk luar negeri," kata Teten.

Teten menegaskan, Kemenkop UKM terus berupaya dalam membuat strategi pengembangan UMKM hijau, di antaranya melalui berbagai program, seperti kemitraan usaha Green Value Chains melalui koperasi Al-Ittifaq dengan sertifikasi sayur mayur dan buah-buahan organik, akses pasar melalui e-commerce green product, mengikuti pameran skala internasional tematik ekonomi hijau, inkubasi wirausaha melalui pengembangan wirausaha sosial, dan digitalisasi UMKM.


Dia pun optimistis, Indonesia dapat beradaptasi dengan trend ekonomi hijau, di mana hal tersebut dapat dilihat dari dua peluang. Pertama, data dari SMERU tahun 2021 menyebutkan 73 persen anak muda Indonesia berminat berwirausaha, dan 81 persen anak muda tertarik menjalankan bisnis ramah lingkungan.

"Sedangkan peluang kedua, momentum forum internasional memberikan peluang pengembangan ekonomi hijau dan UKM ramah lingkungan. Pada Presidensi G-20, kami akan melakukan kolaborasi dengan melakukan inisiatif program bersama dengan stakeholder, dalam pengembangan UMKM hijau, dengan output investor matchmaking, katalog UMKM hijau, showcasing, pameran, webinar serta kajian kebijakan maupun pelatihan pendampingan usaha," tuturnya.

Teten pun mengajak semua pihak, baik pemerintah pusat dan daerah, civitas akademik, BUMN, dan sektor swasta untuk bersama-sama mengembangkan UMKM hijau, inklusif, dan berkelanjutan.


"Dengan berkolaborasi dan kemitraan strategis, saya meyakini pengembangan ekonomi hijau di Tanah Air dapat tercapai," pungkas Teten


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id