comscore

Bahlil Janji Bantu Urus Izin Investor Tanam Modal di Indonesia

Eko Nordiansyah - 17 Maret 2022 14:10 WIB
Bahlil Janji Bantu Urus Izin Investor Tanam Modal di Indonesia
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : BKPM.
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku akan membantu investor yang serius berinvestasi di Indonesia. Bahkan ia menjanjikan akan membantu pengurusan izin hingga insentif yang bisa didapat oleh investor jika menanamkan modalnya di Tanah Air.

Hal ini disampaikan Bahlil dalam 'Grand Launching Proyek Investasi Berkelanjutan'. Pada kesempatan ini, pemerintah menawarkan sebanyak 47 proyek dengan nilai investasi mencapai Rp155,12 triliun. Proyek yang tersebar di 33 provinsi seluruh Indonesia ini diharapkan bisa menarik minat investor.
"Kalau bapak/ibu semua serius untuk masuk investasi ke Indonesia biarkanlah seluruh perizinannya seluruh insentifnya nanti kami pemerintah yang mengurusnya. Saya langsung atas perintah Pak Menko (Luhut) yang akan memimpin untuk mengurus izin-izin bapak/ibu semua," kata dia, Kamis, 17 Maret 2022.

Bahlil mengatakan investor kini tidak perlu lagi datang ke kementerian/lembaga terkait untuk mengurus masalah perizinan karena seluruhnya sudah dilakukan satu pintu di Kementerian Investasi/BKPM. Ia meyakini dengan potensi yang dimiliki oleh Indonesia, maka investor hanya perlu membawa teknologi dan modalnya.

"Tugas bapak/ibu adalah cukup membawa teknologi, cukup membawa capital, dan sebagian pasar, kita akan berkolaborasi. Dan saya yakinkan bahwa Indonesia dalam posisi strategis sebagai negara populasi terbesar di Asia Tenggara, jumlah populasi kita 43 persen dan pendapatan kelas menengah kita semakin membaik," ungkapnya.

Ia menambahkan saat ini Indonesia sudah mendorong sektor-sektor prioritas investasi dimana pemerintah fokus melakukan hilirasi industri. Dengan sumber daya alam yang dimiliki, pemerintah tak ingin hanya mengekspor barang mentah namun harus memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan ekonomi melalui hilirisasi.

"Hilirasi ini adalah instrumen terpenting untuk memberikan nilai tambah dan sekaligus untuk menciptakan upah tenaga kerja yang cukup. Hilirasi ini sudah kita lakukan memulai dari nikel. Indonesia konsisten untuk mendorong energi baru terbarukan, Indonesia konsisten untuk mendorong pembangunan investasi yang ramah lingkungan," pungkas dia.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id